Sumadi: Pembangunan Harus Punya Skala Prioritas

Sumadi: Pembangunan Harus Punya Skala Prioritas
Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi. (Foto: Riska)

DEADLINENEWS.CO, TANJUNG REDEB – Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menyampaikan hampir seluruh kampung di Kecamatan Talisayan kembali mengusulkan pengaspalan jalan saat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang). Ia pun mengusulkan perubahan cara berpikir dalam membangun jalan kampung. Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi. (Foto: Riska)“Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan infrastruktur memang mendesak,” tegasnya.

Baginya, persoalan utama bukan pada besar kecilnya anggaran, melainkan pada pola pembagiannya yang dinilai masih terpaku pada skema lama, dipecah-pecah dan hasilnya terasa setengah jadi. Namun ia mengingatkan, jika setiap usulan pengaspalan jalan menjadi paket-paket kecil yang terpisah, anggaran justru habis untuk biaya kontrak dan administrasi.

“Kalau dana Rp20 miliar itu disatukan dalam satu wilayah seperti di Talisayan, Dinas PUPR menentukan titik paling prioritas. itu hasilnya akan jauh lebih terasa,” ujarnya.

Ia menilai, satu paket pekerjaan bernilai besar lebih efisien dibandingkan sepuluh paket kecil senilai Rp1 miliar yang tersebar. Selain menekan biaya kontrak, pola terintegrasi juga mempermudah pengawasan serta mempercepat penyelesaian pekerjaan.

Sumadi menyoroti dampak dari sistem lama yang membuat pembangunan terkesan tambal sulam. Ada kampung yang hanya mendapat dua kilometer aspal, kemudian menunggu tahun berikutnya untuk tambahan satu kilometer.

Menurutnya, ke depan pembangunan harus berbasis prioritas, bukan sekadar pemerataan proyek. Semua kampung tetap mendapatkan perhatian, tetapi lewat perencanaan terpadu yang menempatkan urgensi sebagai pertimbangan utama.

“Yang kita kejar bukan banyaknya judul kegiatan, tapi dampaknya. Jangan sampai terlihat merata di atas kertas, tapi di lapangan masyarakat belum benar-benar merasakan manfaatnya,” tegasnya.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengatakan, efisiensi bukan berarti memangkas anggaran, melainkan memastikan setiap rupiah bekerja maksimal. “Saya berharap pembangunan jalan kampung bisa lebih cepat tuntas dan tidak lagi menjadi keluhan tahunan dalam setiap Musrenbang,” pungkasnya. (Adv18)

Exit mobile version