Sumadi Soroti Tingginya Angka Stunting di Kabupaten Berau

Sumadi Soroti Tingginya Angka Stunting di Kabupaten Berau
Anak SD di Kabupaten Berau. (Foto: Riska)

DEADLINENEWS.CO,TANJUNG REDEB – Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, melontarkan peringatan keras terkait angka stunting di Berau yang masih berada di kisaran 23,4 persen. Baginya, angka itu bukan sekadar statistik tahunan, melainkan alarm keras bagi arah pembangunan daerah.

Menurutnya, tak ada artinya berbicara tentang kemajuan jika hampir seperempat anak Berau berisiko mengalami gangguan tumbuh kembang. Ia menilai, persoalan stunting harus ditempatkan sebagai isu strategis, bukan hanya urusan teknis sektor kesehatan.

“Kalau 23,4 persen anak kita terdampak, ini bukan angka kecil. Ini sinyal bahwa ada yang belum beres dalam pola pembangunan kita,” tegasnya.

Ia menyoroti bahwa stunting bukan hanya soal tinggi badan, tetapi berkaitan langsung dengan perkembangan otak, kecerdasan, hingga produktivitas di masa depan. Artinya, dampaknya bisa menggerus daya saing daerah dalam jangka panjang.

Sumadi juga mengingatkan agar penanganan tidak berhenti pada program seremonial atau laporan administratif semata. Menurutnya, diperlukan langkah konkret yang menyentuh akar persoalan, mulai dari pemenuhan gizi ibu hamil, pengawasan balita, hingga perbaikan sanitasi dan pola asuh keluarga.

“Ini bukan hanya tugas rumah sakit atau dinas kesehatan. Pemerintah kampung, orang tua, bahkan lingkungan sekitar harus terlibat. Kalau tidak, angka ini akan sulit turun,” ujarnya.

Ia pun menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas program yang telah berjalan. Jika prevalensi masih tinggi, berarti pendekatan yang digunakan perlu diperbaiki dan diperkuat.

Kata dia, menurunkan stunting bukan sekadar mengejar target angka, melainkan menyelamatkan kualitas generasi Berau. “Jangan sampai kita sibuk membangun, tapi lalai membangun kualitas sumber daya manusia,” pungkasnya. (Adv22)

Exit mobile version