deadlinenews.co/, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menghadirkan inovasi dalam pembinaan aparatur sipil negara dengan menerapkan pendekatan genetika darah. Strategi ini digunakan untuk memahami karakter dasar ASN agar pembinaan dan penempatan pegawai dapat dilakukan lebih tepat sasaran.
Dilansir dari Antara Kaltim, Asisten I Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, Trisno, menjelaskan bahwa pendekatan genetika darah memberikan sudut pandang baru dalam sistem pembinaan ASN yang selama ini cenderung seragam.
Ia menilai pembinaan pegawai selama ini kerap disamaratakan, padahal setiap ASN memiliki karakter, potensi, serta pola kerja yang berbeda. Melalui pendekatan genetika darah, pemerintah daerah berupaya menggali karakter individu secara lebih mendalam.
Trisno menyebutkan bahwa pendekatan genetika darah dapat menjadi modal penting bagi pimpinan dalam mengambil keputusan strategis, terutama dalam hal pembinaan dan pengelolaan kinerja ASN di setiap instansi.
Setiap golongan darah diyakini memiliki kecenderungan sifat tertentu yang memengaruhi cara berpikir, mengelola emosi, serta berkomunikasi di lingkungan kerja. Pemahaman ini dinilai mampu membantu pimpinan bersikap lebih terukur dalam membina pegawai.
Dengan pendekatan genetika darah, pimpinan tidak lagi bersikap reaktif terhadap permasalahan pegawai, melainkan dapat mengambil langkah pembinaan yang lebih bijak dan berbasis karakter.
Trisno menilai banyak persoalan birokrasi berawal dari kesalahpahaman komunikasi. Beban kerja yang tinggi sering diperburuk oleh cara penyampaian pesan yang tidak sesuai dengan karakter penerima.
Melalui pendekatan genetika darah, pola komunikasi diharapkan dapat disesuaikan dengan karakter lawan bicara. Dengan demikian, pesan yang disampaikan dapat diterima secara efektif tanpa memicu resistensi emosional.
Ia menegaskan bahwa komunikasi yang baik tidak hanya ditentukan oleh isi pesan, tetapi juga oleh cara dan waktu penyampaiannya. Pemahaman karakter menjadi kunci penting dalam menciptakan hubungan kerja yang sehat.
Selain untuk pembinaan dan komunikasi, pendekatan genetika darah juga diterapkan dalam prinsip the right man on the right place di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Penempatan ASN tidak lagi hanya didasarkan pada jenjang kepangkatan atau masa kerja.