deadlinenews.co/, UJOH BILANG – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan pembangunan Bandara Mahakam Ulu atau Bandar Udara Ujoh Bilang hampir selesai. Hingga awal Januari, progres fisik proyek tersebut telah menyentuh angka 89 persen dan masuk tahap penyelesaian akhir.
Dilansir dari Antara Kaltim, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyampaikan bahwa infrastruktur utama Bandara Mahakam Ulu telah siap digunakan. Ia menyampaikan hal tersebut saat meninjau langsung lokasi pembangunan bandara di Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu.
Rudy menjelaskan, landasan pacu Bandara Mahakam Ulu dengan panjang 750 meter dan lebar 23 meter telah rampung dikerjakan. Dengan selesainya runway tersebut, bandara dinilai sudah memenuhi syarat dasar untuk mendukung penerbangan perintis di wilayah perbatasan.
“Bandara terus berprogres. Runway sepanjang 750 meter dengan lebar 23 meter sudah selesai dibangun,” ujar Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud.
Selama ini, akses menuju Mahakam Ulu menjadi tantangan besar bagi masyarakat. Perjalanan dari Samarinda menuju Mahakam Ulu bisa memakan waktu 13 hingga 16 jam melalui jalur darat maupun sungai, bahkan lebih lama saat cuaca tidak bersahabat. Kehadiran Bandara Mahakam Ulu diharapkan menjadi solusi konkret untuk mengatasi keterisolasian wilayah.
Gubernur menegaskan bahwa pembangunan Bandara Mahakam Ulu merupakan bentuk komitmen Pemprov Kaltim dalam memperkuat infrastruktur di daerah terpencil dan terluar. Infrastruktur transportasi udara dinilai menjadi kunci pemerataan pembangunan dan pelayanan publik.
Pemprov Kaltim juga mendorong kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu agar Bandara Mahakam Ulu dapat membuka akses terhadap potensi sumber daya alam, pariwisata, serta mendorong tumbuhnya sentra ekonomi baru di kawasan perbatasan.
Kehadiran Bandara Mahakam Ulu diyakini akan meningkatkan daya tarik wilayah tersebut bagi wisatawan. Keindahan alam Mahakam Ulu yang masih alami diharapkan semakin mudah dijangkau oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.
Selain sektor pariwisata, Bandara Mahakam Ulu juga diproyeksikan menarik minat investor untuk masuk dan berinvestasi di Mahakam Ulu. Akses transportasi yang lebih cepat dinilai akan mempercepat perputaran ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Pembangunan Bandara Mahakam Ulu dikerjakan oleh PT Awal–Kiesha KSO dengan dukungan anggaran dari APBD Kalimantan Timur Tahun 2025 sebesar Rp43 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan fasilitas utama dan penunjang bandara.
Saat ini, berbagai fasilitas pendukung Bandara Mahakam Ulu telah berdiri, antara lain terminal penumpang, Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU), rumah pemadam kebakaran, serta rumah genset dan rumah pompa.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menargetkan peresmian Bandara Mahakam Ulu dilakukan pada awal Februari 2026. Namun, operasional penuh bandara masih menunggu izin resmi dari Kementerian Perhubungan.
“Awal Februari kita akan resmikan. Selanjutnya, kita tinggal menunggu izin operasional dari pemerintah pusat agar bandara ini segera melayani penerbangan perintis di tahun 2026,” jelas Rudy Mas’ud.
Setelah izin operasional terbit, Bandara Mahakam Ulu direncanakan segera melayani penerbangan perintis pada tahun 2026. Layanan ini diharapkan menjadi tulang punggung transportasi udara di wilayah jantung Kalimantan.