deadlinenews.co/, JAKARTA – Sebuah tragedi besar kembali mengguncang dunia penerbangan. Sebuah pesawat penumpang Air India dengan nomor penerbangan AI171 dilaporkan jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel, Ahmedabad, India, Kamis (12/6/2025). Tragedi ini menewaskan 241 orang, dan hanya satu orang penumpang yang dilaporkan berhasil selamat dari maut.
Pesawat jenis Boeing 787-8 Dreamliner, yang membawa 242 penumpang dan awak, dijadwalkan terbang ke Bandara London Gatwick, Inggris. Namun hanya beberapa menit setelah mengudara, pesawat tersebut menabrak sebuah asrama perguruan tinggi kedokteran yang terletak di kawasan padat permukiman, tidak jauh dari bandara.
Insiden tragis ini terjadi sekitar waktu makan siang, ketika sebagian besar penghuni asrama berada di dalam gedung. Menurut rekaman video dari lokasi kejadian, asap hitam pekat membubung tinggi, disertai puing-puing pesawat yang berserakan di sekitar bangunan. Bagian ekor pesawat terlihat tersangkut di atap bangunan, memperlihatkan betapa kerasnya benturan yang terjadi.
Komisaris Polisi Ahmedabad, GS Malik, mengonfirmasi bahwa 204 jenazah telah ditemukan hingga Kamis malam. “Sebagian besar korban adalah penumpang pesawat, namun kami menduga ada juga korban dari warga sipil di darat,” ujarnya.
Di antara puing-puing dan kobaran api, hanya satu orang yang berhasil keluar hidup-hidup dari tragedi ini. Ia adalah Vishwash Kumar Ramesh, warga India berusia 29 tahun yang berhasil meloloskan diri melalui pintu darurat sebelum api menyambar badan pesawat.
Menurut keterangan polisi, Vishwash kini dalam perawatan intensif di rumah sakit pemerintah, dengan luka bakar ringan dan trauma psikologis mendalam. Kesaksiannya menjadi kunci penting dalam mengungkap kronologi kecelakaan.
Petugas pengendali lalu lintas udara menyatakan bahwa pilot sempat mengirimkan sinyal darurat atau mayday sesaat sebelum kecelakaan terjadi. Namun, kontak dengan menara pengawas terputus beberapa saat kemudian, tanpa sempat memberikan informasi rinci tentang kondisi di dalam kokpit.
PLN menyebutkan bahwa proyek ini adalah bagian dari strategi nasional dalam memperkuat sistem transmisi regional dan mendorong ketahanan energi di kawasan industri dan permukiman pesisir.
Maskapai Air India dalam pernyataan resmi menyampaikan, “Air India menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga para korban. Upaya kami saat ini sepenuhnya difokuskan pada kebutuhan semua pihak yang terdampak, keluarga, dan orang-orang tercinta mereka.”
Pemerintah India, melalui Perdana Menteri Narendra Modi, turut menyampaikan rasa duka mendalam atas tragedi ini. “Insiden ini sangat memilukan. Kami akan memberikan bantuan penuh kepada para korban dan keluarga mereka,” tulis Modi di akun media sosialnya.
Tim medis dan logistik darurat dari Angkatan Udara India juga langsung dikerahkan ke lokasi untuk membantu proses evakuasi dan identifikasi korban.
Mengingat pesawat tersebut mengangkut sejumlah warga negara asing, termasuk dari Inggris, Pemerintah Inggris telah mengirimkan tim dari Air Accidents Investigation Branch (AAIB) ke India. Mereka akan bekerja sama dengan otoritas penerbangan sipil India dalam investigasi multidisipliner.
Kementerian Luar Negeri Inggris juga memastikan akan memberikan dukungan konsuler kepada keluarga warga negara Inggris yang terdampak. “Kami bekerja erat dengan pemerintah India untuk membantu korban dan mengungkap penyebab kecelakaan,” ujar juru bicara kementerian.
Pesawat yang mengalami kecelakaan merupakan Boeing 787-8 Dreamliner, model pesawat modern yang dikenal memiliki catatan keselamatan baik dan digunakan oleh banyak maskapai internasional.
Artikel Asli baca di rri.co.id
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya