deadlinenews.co/, SAMARINDA – Universitas Mulawarman (Unmul) berencana membuka Program Studi Kedoktoran Hewan pada tahun 2026. Ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur.
Keputusan untuk membuka prodi tersebut dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) di bidang kesehatan, terutama dalam mencegah dan mengatasi penyakit yang bisa menular dari hewan ke manusia (zoonosis).
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menilai bahwa kerjasama yang lebih erat antara tenaga medis kesehatan manusia dan dokter hewan semakin dibutuhkan. Hal ini mengingat tingginya risiko penyebaran penyakit zoonosis yang bisa berasal dari hewan ternak maupun peliharaan.
“Ada sejumlah penyakit yang dapat menular dari hewan oleh karena itu peran dokter hewan sangat penting,” katanya, Senin 4 Agustus 2025.
Beberapa penyakit zoonosis yang sering dijumpai di Kalimantan Timur antara lain leptospirosis yang ditularkan oleh bakteri leptospira melalui air seni tikus, serta rabies yang bisa ditularkan melalui gigitan hewan seperti anjing dan kucing.
Penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi juga menjadi perhatian karena dapat mempengaruhi pasokan pangan dan kesehatan masyarakat secara tidak langsung.
Jaya menambahkan bahwa vaksinasi adalah salah satu cara penting untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut. Ia menekankan pentingnya penanganan dini untuk mengurangi risiko bagi manusia.
“Misalnya, rabies bisa dicegah dengan vaksinasi jika seseorang digigit oleh hewan yang terinfeksi virus tersebut. Pencegahan harus dilakukan secara sistematis,” jelasnya.
Dia juga menyebutkan bahwa penyakit seperti flu burung yang menyerang unggas juga membutuhkan pendekatan bersama antara sektor kesehatan manusia dan hewan. Oleh karena itu, keberadaan program studi kedokteran hewan dianggap sebagai bagian dari solusi jangka panjang untuk memperkuat sistem ketahanan kesehatan di daerah.
“Kehadiran prodi ini akan memperkuat kerja sama antara sektor, karena kesehatan hewan sejatinya adalah bagian penting dari kesehatan masyarakat,” pungkasnya. (msd)
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya













