Dramatis! Penyelamatan Nelayan Kutim: 2 Pemancing Selamat Usai 9 Jam Terombang-ambing di Laut Sangatta

deadlinenews.co/, SANGATTA – Kepolisian Resor (Polres) Kutai Timur melalui Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) bergerak cepat melakukan penyelamatan nelayan Kutim terhadap dua orang pemancing yang mengalami kecelakaan laut di perairan Teluk Lombok, Kecamatan Sangatta Utara. Kedua korban sempat terombang-ambing selama berjam-jam setelah kapal motor yang mereka gunakan terbalik akibat cuaca ekstrem.

“Keselamatan masyarakat, khususnya yang beraktivitas di wilayah perairan, menjadi prioritas utama kami,” ucap Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto.

Dilansir dari Antara Kaltim, peristiwa laka laut Sangatta tersebut terjadi sekitar pukul 00.00 WITA. Kapal motor yang ditumpangi dua pemancing itu dihantam angin kencang disertai gelombang tinggi, hingga akhirnya kehilangan keseimbangan dan terbalik di tengah laut.

Lokasi kejadian berada di Perairan Teluk Lombok dengan titik koordinat 0°21’51.4″N 117°37’54.8″E, atau sekitar 9,4 mil laut ke arah barat laut dari Pos SAR Kutai Timur. Kondisi laut yang gelap dan cuaca yang tidak bersahabat membuat situasi semakin berbahaya bagi kedua korban.

“Kami mengingatkan agar tidak memaksakan diri melaut saat cuaca tidak bersahabat, keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama,” tuturnya.

Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto menjelaskan, setelah menerima laporan adanya nelayan yang mengalami musibah, pihaknya langsung mengerahkan personel Sat Polairud untuk melakukan pencarian dan penyelamatan nelayan Kutim. Respons cepat ini dinilai krusial mengingat ancaman keselamatan jiwa yang dihadapi korban.

Dalam proses pencarian, petugas mendapatkan informasi penting dari rekan korban. Sebelum hilang kontak, kedua pemancing sempat menghubungi temannya dan menyampaikan titik koordinat terakhir mereka berada. Informasi tersebut menjadi acuan utama bagi Sat Polairud dalam melakukan penyisiran di laut.

Upaya pencarian berlangsung sejak dini hari hingga pagi. Sekitar pukul 06.55 WITA, personel Sat Polairud mulai mendekati area yang dicurigai menjadi lokasi korban terombang-ambing. Setelah penyisiran intensif, pada rentang waktu 06.55 hingga 08.30 WITA, kedua nelayan akhirnya berhasil ditemukan sekitar 20 mil laut dari daratan.

Saat ditemukan, kondisi korban cukup memprihatinkan. Mereka bertahan hidup dengan bergantung di atas kapal yang sudah terbalik di tengah laut. Meski kelelahan, kedua korban masih dalam keadaan sadar dan selamat, sehingga proses penyelamatan nelayan Kutim dapat dilakukan dengan aman.

Petugas kemudian mengevakuasi korban ke atas kapal penyelamatan milik Sat Polairud Polres Kutim. Setelah itu, kedua nelayan dibawa ke daratan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dan memastikan kondisi kesehatan mereka stabil.

“Alhamdulillah saat ditemukan korban masih selamat dengan bergantung di atas kapal yang terbalik, lalu kami langsung evakuasi ke kapal penyelamatan,” katanya.

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp deadlinenews.co/

Gabung