deadlinenews.co/, SAMARINDA – Program unggulan Pemprov Kaltim di bidang pendidikan, Gratispol, memanen keluhan dari mahasiswa S2 Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Balikpapan. Keluhan terkait pembatalan program bagi beberapa mahasiswa magister.
Masalah ini mulai ramai di media sosial setelah ‘Curhat’ datang dari mahasiswa kelas eksekutif ITK. Mahasiswi S2 ITK Ade Rahayu Putri Jaya mengungkapkan kekecewaannya melalui akun Instagram pribadinya, @aderahayu277.
Dalam unggahannya, dia mengaku bersama enam temannya telah dinyatakan lolos sebagai penerima Beasiswa Gratispol sejak 30 September 2025. Bahkan status kelulusan diumumkan secara resmi di website Gratispol dan masih tercantum aktif di akun masing-masing peserta.
Namun, belakangan mereka menerima surat pembatalan pada Januari 2026. Akibatnya, mahasiswa tersebut merasa kena “prank” oleh program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim itu.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji mengatakan belum mengetahui persoalan tersebut dan akan segera melakukan pengecekan. “Terkait persoalan ini saya akan cek, seharusnya hal seperti ini tidak boleh terjadi,” bebernya.
Ia mengaku belum menerima laporan dari tim Gratispol terkait adanya pembatalan mahasiswa yanh sebelumnya dimyatakan lolos menerima program Gratispol. “Saya belum ada menerima laporan dari tim Gratispol, nanti segera kita cek,” imbuhnya Seno Aji, Selasa 20 Januari 2026.
Seno berjanji menelusuri akar masalah ini, apakah bersumber dari internal ITK atau teknis pelaksanan program Gratispol. “Kami akan tindak lanjuti, apakah kemungkinaan ada persoalan teknis, baik dari internal ITK maupun di program Gratispol. Hari ini juga akan kami lakukan pengecekan,” pungkasnya. (msd)












