DEADLINENEWS.CO, JAKARTA – Prediksi rupiah menjadi perhatian pelaku pasar setelah mata uang Garuda menunjukkan penguatan pada awal perdagangan. Dilansir dari RRI, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat menguat pada perdagangan Rabu, 1 April 2026. Berdasarkan data Bloomberg, hingga pukul 11.00 WIB, rupiah naik 0,10 persen ke level Rp17.024 per dolar AS.
Penguatan ini terjadi setelah sehari sebelumnya rupiah ditutup melemah. Pada Selasa (31/3/2026), mata uang domestik turun 0,23 persen atau sekitar 39 poin ke posisi Rp17.041 per dolar AS.
Analis pasar uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebutkan rupiah berpotensi melanjutkan penguatan seiring membaiknya sentimen pasar global.
“Rupiah hari ini diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS,” kata Lukman.
Ia menjelaskan, penguatan rupiah didorong oleh meningkatnya sentimen risk on di pasar keuangan. Hal ini dipicu harapan meredanya ketegangan konflik di Timur Tengah setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan kesiapan untuk mengakhiri perang dengan Iran.
Lukman memperkirakan pergerakan rupiah hari ini berada di kisaran Rp16.900 hingga Rp17.050 per dolar AS. Di sisi lain, indeks dolar AS juga tercatat melemah ke level 99,85 dari sebelumnya berada di angka 100.
Selain faktor global, kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi turut memberikan sentimen positif. Pemerintah memastikan tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) meski harga minyak dunia tengah meningkat.
“Karena pasokan BBM kita masih di atas standar minimal nasional. Jadi masih aman, termasuk pasokan gas, LPG dan avtur,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia dalam keterangan pers, Selasa malam.
Sebagai bagian dari langkah efisiensi, pemerintah juga akan menerapkan sejumlah kebijakan, termasuk skema work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN), pengurangan perjalanan dinas, serta refocusing anggaran.
Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global yang masih bergejolak.













