deadlinenews.co/, BONTANG – Penyelenggaraan Job Fair Bontang 2026 diproyeksikan menghadirkan wajah baru yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Agenda tahunan yang direncanakan berlangsung pada pertengahan tahun, sekitar Juni atau Juli 2026, ini disiapkan sebagai ajang bursa kerja yang lebih hidup, interaktif, dan memberi dampak ekonomi yang lebih luas.
Dilansir dari RRI Kaltim, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang menggandeng Masyarakat Sadar Wisata (Masata) untuk terlibat langsung dalam perencanaan dan pelaksanaan Job Fair Bontang 2026. Kolaborasi ini bertujuan memperkaya konsep kegiatan agar tidak semata-mata mempertemukan pencari kerja dan perusahaan.
Kepala Bidang Pelatihan Produktivitas dan Penempatan Kerja Disnaker Bontang, Lukmanul Hakim, menjelaskan bahwa Job Fair Bontang 2026 dirancang lebih variatif. Selain bursa kerja, kegiatan ini akan diisi dengan unsur ekonomi kreatif, kompetisi, serta hiburan yang relevan sehingga mampu menarik minat masyarakat, khususnya generasi muda.
Ia menuturkan, pada penyelenggaraan sebelumnya, job fair telah menghadirkan lomba dan penampilan seni. Namun, melalui keterlibatan Masata, Job Fair Bontang 2026 diharapkan memiliki konsep yang lebih segar, inovatif, dan berdampak langsung terhadap peningkatan partisipasi pengunjung.
Dari sisi teknis, Disnaker Bontang telah menyiapkan penataan area kegiatan Job Fair Bontang 2026. Pintu masuk utama dan sebagian area luar akan dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan, sementara area parkir tetap difungsikan sebagaimana mestinya agar kenyamanan pengunjung tetap terjaga.
Tak hanya itu, Job Fair Bontang 2026 juga direncanakan melibatkan lembaga pelatihan kerja (LPK) serta pelaku UMKM lokal. Langkah ini diambil untuk memastikan kegiatan tidak hanya berdampak pada sektor ketenagakerjaan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara lebih merata.
Sekitar 35 stan disiapkan di area utama untuk perusahaan peserta Job Fair Bontang 2026. Adapun stan lainnya akan dikelola oleh Masata melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk organisasi perangkat daerah yang membidangi ekonomi kreatif dan pengembangan UMKM.
Ketua DPC Masata Bontang, Eko Satrya, menyambut positif kepercayaan yang diberikan Disnaker Bontang dalam penyelenggaraan Job Fair Bontang 2026. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi peluang strategis untuk menghadirkan job fair yang lebih dinamis dan memberi ruang lebih luas bagi sektor kreatif lokal.
“Kami ingin menghadirkan job fair yang tidak hanya menjadi tempat mencari kerja, tetapi juga ruang interaksi, promosi, dan inspirasi bagi pelaku ekonomi kreatif serta UMKM di Bontang,” ujar Eko Satrya.
Eko menilai Job Fair Bontang 2026 tidak hanya harus menjadi tempat mencari pekerjaan, tetapi juga ruang interaksi, promosi, dan inspirasi bagi pelaku ekonomi kreatif serta UMKM. Dengan pendekatan tersebut, kegiatan diharapkan mampu menarik minat masyarakat lintas usia.
Lebih lanjut, Masata berencana mengemas Job Fair Bontang 2026 dengan konsep yang ramah generasi muda, menghadirkan aktivitas kreatif dan hiburan tanpa mengesampingkan tujuan utama, yakni memperluas kesempatan kerja bagi warga Bontang.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberi pengalaman baru bagi pengunjung sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan pencari kerja, tetapi juga pelaku usaha lokal,” ucap Eko lebih lanjut.
Disnaker Bontang juga menaruh harapan besar pada Job Fair Bontang 2026 dari sisi ketersediaan lowongan kerja. Tahun ini, jumlah lowongan diharapkan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 310 lowongan.
