Populasi Pesut Mahakam Kritis: KLH Susun Aksi Cepat Selamatkan Satwa Langka

deadlinenews.co/, SAMARINDA – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) merumuskan aksi cepat penyelamatan Pesut Mahakam (orcaella brevirostris) yang kini berstatus kritis dengan populasi tersisa hanya sekitar 60 ekor di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Satwa endemik ini masuk daftar terancam punah dan membutuhkan perlindungan segera.

Dilansir dari Antara Kaltim, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati KLH, Inge Retnowati, menegaskan perlunya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga kelestarian mamalia air tawar tersebut. “Satwa ini harus dikonservasi. Butuh kolaborasi lintas sektor yang kuat dan terpadu, melibatkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Perhubungan, Kementerian PU, pemerintah daerah, hingga komunitas lokal,” ujarnya di Samarinda, Rabu (1/10).

Aksi cepat yang dirancang KLH mencakup penataan lalu lintas transportasi air di zona inti habitat pesut, khususnya di anak sungai tempat mereka mencari makan dan berkembang biak. Selain itu, modifikasi alat tangkap nelayan, pemulihan habitat, hingga penegakan hukum terhadap praktik ilegal seperti meracun atau menyetrum ikan juga menjadi prioritas.

Tak hanya itu, pemberdayaan masyarakat melalui ekowisata berkelanjutan turut digencarkan. Langkah ini diharapkan mampu memberikan alternatif ekonomi sekaligus menumbuhkan peran warga sebagai garda terdepan dalam menjaga keberlangsungan pesut Mahakam.

“Upaya konservasi ini menjadi semakin mendesak mengingat lambatnya tingkat reproduksi pesut, dimana seekor betina hanya mampu melahirkan satu anak dalam rentang waktu tiga hingga empat tahun,” jelas Inge.

Data Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI) menunjukkan populasi pesut Mahakam terus terancam akibat berbagai faktor. Peneliti RASI, Danielle Kreb, menyebutkan penyebab utama kematian satwa ini antara lain terjerat jaring insang, tabrakan dengan kapal ponton, pencemaran air termasuk mikroplastik, hingga kebisingan bawah air yang mengganggu sonar mereka.

Dengan punahnya lumba-lumba baiji di Sungai Yangtze, China, pesut Mahakam kini tercatat sebagai salah satu lumba-lumba air tawar paling langka di dunia. Karena itu, penyelamatan populasi pesut Mahakam bukan hanya kewajiban ekologis, melainkan juga bentuk menjaga kekayaan hayati sekaligus ikon kebanggaan Indonesia.

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

Exit mobile version