Berau  

Banyak ASN Ketakutan Berurusan Soal Pengadaan Barang dan Jasa

DEADLINENEWS.CO, TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau menggelar bimbingan teknis (bimtek) penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dan spesifikasi teknis yang akuntabel pada Selasa, 5 Mei 2026, di Ruang Rapat Hotel SM Tower. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas aparatur dalam pengadaan barang dan jasa.

Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said, dalam arahannya menyoroti masih adanya aparatur yang ingin menduduki jabatan, tetapi enggan memikul tanggung jawab, khususnya dalam proses pengadaan.

Ia menegaskan, mutasi bukanlah jalan keluar bagi aparatur yang tidak siap bekerja. Menurutnya, pemindahan hanya akan memindahkan persoalan yang sama jika mentalitas tidak berubah. “Mutasi bukan solusi. Kalau mentalnya tidak siap, di tempat baru pun akan sama,” tegasnya.

Said menyebut, ketakutan berlebih dalam menjalankan pengadaan barang dan jasa justru berpotensi menghambat pelaksanaan program pemerintah. Padahal, selama proses dilakukan sesuai regulasi dan standar operasional prosedur (SOP), kegiatan dipastikan aman.

Ia menekankan pentingnya peran kepala perangkat daerah dalam melakukan pembinaan kepada jajaran di bawahnya agar memiliki pemahaman dan kepercayaan diri dalam menjalankan tugas.

“Jangan sampai ada pejabat teknis atau kabid yang menolak melaksanakan lelang. Itu kewajiban yang harus diselesaikan di internal masing-masing,” ujarnya.

Di sisi lain, Said mengungkapkan bahwa kondisi keuangan Kabupaten Berau saat ini masih relatif stabil dibandingkan sejumlah daerah lain. Beberapa daerah, kata dia, bahkan harus melakukan pinjaman hingga ratusan miliar rupiah untuk menutup utang kegiatan tahun sebelumnya.

“Berau masih aman. Kita tidak memiliki utang kepada pihak ketiga dan TPP tetap dibayarkan penuh tanpa potongan,” jelasnya.

Untuk itu, ia menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) segera merealisasikan kegiatan prioritas, khususnya yang telah dianggarkan dalam APBD murni. Ia mengingatkan, anggaran yang tidak terserap berpotensi dialihkan pada APBD Perubahan untuk kebutuhan yang lebih mendesak.

“Kalau tidak dilaksanakan, anggaran bisa ditarik untuk kebutuhan wajib seperti gaji dan operasional,” tegasnya.

Melalui kegiatan bimtek ini, Said berharap seluruh peserta memiliki persepsi yang sama serta meningkatkan kewaspadaan dalam menjalankan tugas, tanpa mengurangi keberanian untuk bertindak sesuai aturan. “Kegiatan ini untuk menyamakan persepsi. Saya harap semua dapat bekerja dengan baik dan bertanggung jawab,” pungkasnya.

Exit mobile version