Kaltim  

Sultra Belajar Pengelolaan Dana Karbon ke Kaltim

deadlinenews.co/, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan studi banding mengenai program REDD+ (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation) dan pengelolaan Carbon Fund. Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi salah satu rujukan nasional dalam isu lingkungan dan ekonomi hijau.

Kepala Biro Ekonomi Setda Pemprov Kaltim Iwan Darmawan mengatakan kunjungan ini, menekankan bahwa berbagi pengalaman adalah bagian dari komitmen Kaltim untuk mendorong provinsi lain agar juga dapat memanfaatkan potensi kehutanan mereka sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim global.

“Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari secara langsung keberhasilan Kaltim dalam mengimplementasikan skema insentif pengurangan emisi karbon berbasis lahan,” ucapnya Selasa 14 Oktober 2025.

“Diharapkan, hasil studi banding ini dapat diadopsi dan dimodifikasi sesuai dengan kondisi geografis dan sosial di Sulawesi Tenggara, sehingga mampu mengoptimalkan peran hutan mereka dalam skema perdagangan karbon internasional” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, Kaltim  satu-satunya yang berhasil menerima pembayaran berbasis kinerja (Result-Based Payment/RBP) dari Bank Dunia melalui skema Forest Carbon Partnership Facility – Carbon Fund (FCPF-CF), menunjukkan komitmen dan kesiapan daerah dalam tata kelola karbon.

Dalam silaturahmi ini, mambahas strategi Kaltim dalam Tata Kelola REDD+ Termasuk pembentukan kelembagaan seperti Dewan Daerah Perubahan Iklim (DDPI) dan Pokja REDD+. Mekanisme Pembagian Manfaat (Benefit Sharing Mechanism).

“Iya, dana kompensasi karbon dari FCPF-CF disalurkan secara adil dan transparan hingga ke tingkat tapak, termasuk desa-desa yang terlibat dalam upaya konservasi,” imbuhnya.

Integrasi ke dalam Pembangunan Daerah Mempelajari cara Kaltim mengintegrasikan program REDD+ dan Pembangunan Rendah Karbon (PLK) ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). (msd)

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya