DEADLINENEWS.CO, TANJUNG REDEB – Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris, menyampaikan abrasi yang terus terjadi di Kampung Long Lanuk, Kecamatan Sambaliung, berpotensi mengancam keberlangsungan permukiman warga. Jika tidak segera ditangani, sebagian wilayah kampung tersebut dikhawatirkan bisa hilang dalam beberapa tahun ke depan.
Ia menjelaskan, Kampung Long Lanuk memiliki dua wilayah, yakni Long Lanuk dan Dusun Nyapa Indah. Kedua wilayah tersebut kini menghadapi tekanan abrasi yang cukup tinggi. “Dari informasi yang kami terima, kondisi di sana sudah sangat memprihatinkan. Abrasinya tinggi dan wilayah kampung semakin berkurang,” ujarnya.
Gideon mengaku sempat mengunjungi kampung tersebut. Saat itu, ia melihat langsung kondisi abrasi yang sudah mulai mengancam sejumlah fasilitas di kampung tersebut. Berdasarkan laporan dari aparat kampung, jalan utama yang menjadi akses masyarakat kini mulai tergerus.
“Jalan raya di sana sudah hampir habis terkikis abrasi. Bahkan rumah-rumah warga juga mulai terdampak,” jelasnya.
Ia menilai kondisi tersebut perlu segera mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Selain karena ancaman abrasi yang semakin besar, lokasi kampung yang relatif terisolasi juga membuat penanganan menjadi semakin mendesak.
Menurutnya, masyarakat setempat bahkan telah menyampaikan keinginan untuk direlokasi ke wilayah yang lebih aman. Gideon mendorong pemerintah daerah untuk segera melakukan kajian serta membuka komunikasi dengan pemerintah kampung, tokoh adat, dan masyarakat setempat guna menentukan langkah terbaik.
“Masyarakat sebenarnya sudah siap jika harus direlokasi. Mereka khawatir jika tetap bertahan, abrasi akan terus menggerus kampung mereka,” tutupnya. (Adv40)













