DEADLINENEWS.CO, TENGGARONG – Beasiswa Kesehatan Kukar Idaman Terbaik yang disediakan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) masih minim peminat. Dari total 156 kuota beasiswa penuh yang disiapkan untuk bidang kesehatan, baru 32 orang yang mengikuti program tersebut.
Dilansir dari Headlinekaltim.co, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kukar, Fathul Alamin, menyampaikan kondisi tersebut pada Senin, 26 Oktober 2026. Padahal, program ini menawarkan sejumlah fasilitas untuk mendukung mahasiswa menyelesaikan pendidikan di bidang kesehatan.
Menurut Fathul, para peserta yang mengikuti program beasiswa mengambil berbagai program studi, mulai dari kedokteran umum, kedokteran spesialis, kebidanan, psikologi klinis, hingga keperawatan.
Penerima beasiswa tematik kesehatan memperoleh pembiayaan kuliah penuh untuk semester 1 hingga semester 8, biaya hidup, serta uang saku. Selain dukungan selama masa pendidikan, peserta juga mendapatkan kesempatan bekerja setelah lulus dengan penempatan yang ditentukan pemerintah daerah.
“Lulus kuliah langsung kerja, ditempatkan di tempat yang sudah Pemkab tentukan,” jelasnya.
Di luar program beasiswa, Pemkab Kukar juga menyediakan bantuan untuk pondok pesantren (ponpes) dan santri, sekolah swasta, serta rumah ibadah. Namun, penyaluran bantuan tersebut untuk sementara menyesuaikan kondisi anggaran daerah.
Fathul menjelaskan, bantuan disalurkan dalam bentuk hibah uang kepada pemohon yang memenuhi ketentuan dan melengkapi dokumen persyaratan. Kondisi defisit anggaran membuat pemerintah daerah harus menentukan prioritas belanja berdasarkan kemampuan keuangan yang tersedia.
“Belanja pemerintah kan seperti itu, melihat skala prioritas, mana yang didahulukan,” ungkapnya.
Ia menyebut lembaga yang menjadi mitra Pemkab Kukar, seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), menjadi pihak yang diprioritaskan. Sementara itu, ponpes dan rumah ibadah yang termasuk penerima bantuan lainnya masih harus menunggu ketersediaan kas daerah.
“Kita tunggu saja, apakah ada tambahan ketersediaan anggaran,” jelasnya.
Besaran hibah yang diberikan kepada pemohon bergantung pada proposal yang diajukan. Permohonan tersebut umumnya berkaitan dengan rehabilitasi bangunan penunjang dan harus melalui proses verifikasi oleh tim Pemkab Kukar.
Jika persyaratan dinyatakan terpenuhi, pemerintah daerah akan menyusun Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) sebagai tahap lanjutan sebelum proses pencairan dana.
“Jika memenuhi syarat, maka akan dibuatkan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) untuk lanjut ke tahapan pencairan hibah,” jelasnya.
Fathul menambahkan, bantuan pendidikan dan beasiswa untuk periode pertama telah disalurkan. Penyaluran tersebut mencakup beasiswa stimulan, beasiswa tematik, serta bantuan pendidikan bagi santri dan pondok pesantren.
Untuk beasiswa stimulan dan tematik, total dana yang telah disalurkan mencapai lebih dari Rp16 miliar. Sementara itu, bantuan pendidikan bagi santri pondok pesantren mencapai Rp6,5 miliar.
Adapun pengajuan beasiswa dan bantuan pendidikan Kukar untuk tahun 2027 dijadwalkan dibuka pada Februari dan Maret mendatang.
“Permohonan beasiswa dan bantuan pendidikan Kukar tahun 2027 akan dibuka pada Februari dan Maret nanti,” ujarnya. (Andri)













