DKP Kukar Edukasi Cara Membersihkan Ikan yang Benar

DKP Kukar Edukasi Cara Membersihkan Ikan yang Benar
Foto: Ilustrasi cara membersihkan ikan. (Sumber: Ist/masakapa.hariini)

DEADLINENEWS.CO, TENGGARONG – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kutai Kartanegara (Kukar) mengedukasi masyarakat mengenai cara membersihkan dan mengolah ikan secara benar. Edukasi ini dilakukan untuk menjaga kebersihan ikan sekaligus mendorong konsumsi ikan, terutama bagi anak-anak yang masih kurang menyukai menu berbahan ikan.

Dilansir dari Headlinekaltim.co, Kepala DKP Kukar Muslik mengatakan pihaknya rutin menyosialisasikan cara membersihkan ikan yang baik dan benar, sekaligus mengajak masyarakat membiasakan diri mengonsumsi ikan.

“Kami rutin melakukan sosialisasi cara membersihkan ikan yang baik dan benar, serta gemar makan ikan,” kata Muslik, Senin 19 /10/2026).

Muslik menjelaskan, penanganan ikan air tawar yang masih hidup perlu dilakukan dengan tepat. Ia menyarankan agar ikan dimatikan secara langsung sehingga tidak mengalami proses pemukulan berulang.

“Diusahakan satu kali pukul langsung mati,” jelasnya.

Menurut Muslik, cara tersebut lebih baik dibandingkan memukul ikan sekali tetapi belum membuatnya mati, hingga ikan masih bergerak di lantai yang kebersihannya belum terjamin.

Selain proses penanganan, kebersihan bagian ikan yang diolah juga perlu diperhatikan. Muslik menyarankan masyarakat membuang insang ketika memasak hidangan berbahan kepala ikan karena bagian tersebut dinilai rentan mengandung bakteri, terutama jika proses memasaknya tidak berlangsung lama.

“Biasanya ada sayur berbahan kepala ikan, insang diikutkan. Kami sarankan jangan diikutkan,” jelasnya.

Muslik juga mengingatkan pentingnya menjaga kesegaran ikan air tawar. Ikan yang sudah mati dan dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, termasuk tanpa pemberian es, dapat mengalami penurunan kesegaran. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap nilai jual ikan.

“Sering terjadi ikan air tawar yang sudah mati, tanpa diberi es, dibiarkan begitu saja. Akhirnya tingkat kesegarannya menurun sehingga harganya lebih murah dari ikan segar,” tegasnya.

Di sisi lain, DKP Kukar menyoroti kebiasaan anak-anak yang masih kurang menyukai makanan berbahan ikan. Muslik mengaku memperoleh informasi bahwa sebagian anak tidak menyukai menu lauk dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menggunakan ikan.

Karena itu, ia menilai cara pengolahan makanan perlu menjadi perhatian agar anak-anak tetap mendapatkan asupan gizi dari ikan. Menurutnya, bahan pangan tersebut dapat diolah menjadi berbagai produk yang lebih menarik, seperti nugget, sosis, maupun bakso ikan.

“Harus diperhatikan olahan makanan berbahan ikan demi gizi anak yang maksimal,” jelasnya.

Muslik menambahkan, kreativitas dalam mengolah ikan menjadi faktor penting untuk meningkatkan minat anak dalam mengonsumsi makanan tersebut. Ia juga menekankan pentingnya konsumsi ikan dalam mendukung pemenuhan gizi anak.

“Sudah terbukti, gencar makan ikan mampu mengatasi stunting pada anak,” tegasnya.

Mitra MBG Kukar, Ely Hartaty Rasyid, turut mengakui bahwa menu berbahan ikan masih kurang diminati sebagian anak. Menurutnya, variasi pengolahan diperlukan agar makanan yang disajikan lebih sesuai dengan selera mereka.

“Ikan kalau dikelola nugget, dikasih krispi, rasanya renyah gurih, anak-anak lebih suka,” ujarnya. (Andri)