deadlinenews.co/, SENDAWAR – Perayaan Festival Dahau 2025 di Taman Budaya Sendawar (TBS) Kecamatan Barong Tongkok menjadi momentum penting dalam rangka ulang tahun Kabupaten Kutai Barat yang ke – 26.
Menurut laporan yang dilansir RRI Kaltim, rangkaian puncak Festival Dahau 2025 akan digelar sepanjang Rabu (5/11/2025), mulai pagi hingga malam hari. Ribuan warga dari berbagai kecamatan diperkirakan memadati TBS untuk menyaksikan salah satu festival budaya terbesar di Kalimantan Timur tersebut.
Sejak pagi, kawasan TBS akan dipenuhi beragam kegiatan adat dan atraksi seni. Perayaan Festival Dahau 2025 dibuka dengan upacara adat dan pertunjukan 1.000 penari kolosal dari enam etnis besar di Kabupaten Kutai Barat: Tunjung, Benuaq, Bahau, Kenyah, Ahoeng, dan Melayu. Kehadiran ribuan penari ini menjadi salah satu daya tarik utama Festival Dahau 2025.
Ketua Panitia Festival Dahau 2025, FX Sumardi, menjelaskan bahwa antusiasme masyarakat, khususnya generasi muda, sangat tinggi.
“Minat anak-anak untuk ikut menari sangat tinggi. Ini bukti bahwa mereka bangga dan peduli terhadap budaya daerahnya,” kata FX Sumardi, Selasa (4/11/2025).
Tak hanya tarian massal, Festival Dahau 2025 juga menargetkan pemecahan rekor MURI. Ribuan peserta pria akan mengenakan Laungk atau Kesapuuq, sementara perempuan memakai Tudung atau Todungk secara serentak.
“Target kita sebanyak 13 ribu peserta Rekor Muri. Laki-laki 8 ribu orang dan peserta perempuan sebanyak 5 ribu orang,” ujarnya.
Pada malam harinya, suasana Festival Dahau 2025 semakin meriah dengan panggung hiburan rakyat. Sejumlah artis nasional dijadwalkan hadir, termasuk band rock legendaris Jamrud yang akan menutup perayaan tersebut. Kehadiran Jamrud diprediksi menarik lebih banyak pengunjung untuk menyaksikan penampilan puncak Festival Dahau 2025.
Festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap warisan budaya leluhur. Melalui perpaduan seni tradisi dan pertunjukan modern, Festival Dahau 2025 diharapkan memperkuat rasa persaudaraan dan membangun kebanggaan masyarakat Kutai Barat atas identitas budayanya.