deadlinenews.co/, SENDAWAR – Perayaan Festival Melayu Gemeoh 2025 resmi dimulai pada Selasa (11/11/2025) sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-224 Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat. Festival tahunan ini akan berlangsung selama sepekan, mulai 11 hingga 17 November 2025, menampilkan berbagai kegiatan seni, olahraga tradisional, serta hiburan modern yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Dilansir dari RRI Kaltim, Camat Melak Asrin Surianto mengatakan, penyelenggaraan Festival Gemeoh merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat sekaligus momentum mempererat kebersamaan warga.
“Sebenarnya kegiatan ini direncanakan pada bulan Oktober, namun karena sesuatu hal diundur ke November. Kami melihat Gemeoh sebagai potensi wisata sekaligus ruang pengembangan UMKM di Melak,” ujar Asrin.
Ia menjelaskan, Kecamatan Melak memiliki keunikan sebagai kota pesisir sekaligus pintu masuk lintas kecamatan, sehingga berpotensi menjadi pusat persinggahan wisata budaya dan kuliner. Melalui festival ini, pemerintah kecamatan ingin menghidupkan kembali jajanan bahari khas Melak yang sempat hilang, seperti bingka berendam, bolu keja, lapis belacan, wajik, tumpi, getas, sari muka, dan lemang.
“Semua jajanan bahari ini berbahan alami tanpa sentuhan kimia. Bahan bakunya mudah diperoleh, seperti beras, ketan, gula aren, pandan, hingga sagu dan singkong. Kami ingin warga bisa bernostalgia dan mengenalkan kembali cita rasa khas Melak,” tutur Asrin.
Untuk mendukung pengembangan kuliner lokal, pihak kecamatan bekerja sama dengan anggota DPRD Kutai Barat dalam pembangunan shelter jajanan bahari di halaman Kantor Camat Melak. Pasar kuliner ini nantinya akan dibuka setiap akhir pekan, disertai kegiatan pendukung seperti jalan santai, senam sehat, dan hiburan musik. Selain itu, akan dibangun pula shelter permanen di Jalan Puncan dengan desain khas dan tampilan instagramable.
Dukungan terhadap festival ini datang dari berbagai pihak. Anggota DPRD Kutai Barat Sofian memberikan bantuan dana Rp100 juta, sementara Sadli menyumbang Rp230 juta untuk pembiayaan lomba-lomba. Pemerintah daerah turut mendukung melalui Dinas Pariwisata yang mengalokasikan Rp50 juta, serta Dinas Pemuda dan Olahraga yang menyediakan fasilitas untuk kegiatan olahraga tradisional.
Asrin memastikan, Festival Gemeoh akan menjadi agenda tahunan tetap Kecamatan Melak dan masuk dalam program 1.000 Festival Kutai Barat.
“Idealnya kegiatan ini membutuhkan dana sekitar Rp1 miliar agar seluruh cabang lomba seperti perahu naga, gasing, dan perahu ces bisa terselenggara maksimal. Tapi dengan semangat masyarakat, kami optimistis kegiatan ini akan terus berkembang,” ujarnya.