deadlinenews.co/, BONTANG – Perjalanan ke Bontang, Kalimantan Timur, tak lengkap tanpa mencicipi Gammi Bawis Bontang Kuala, kuliner khas pesisir yang kini menjadi ikon kebanggaan. Hidangan legendaris ini bukan sekadar sambal pedas, melainkan warisan budaya yang mengikat identitas masyarakat pesisir sekaligus mengangkat nama Bontang di pentas kuliner nasional.
Dilansir dari Antara Kaltim, pengalaman menyusuri perkampungan terapung Bontang Kuala langsung disambut aroma khas laut dan kuliner yang melegenda. Dari rumah-rumah panggung yang berjejer rapi di atas air, pengunjung kerap diarahkan menuju hidangan paling populer: gammi bawis.
Hidangan ini disajikan unik, bukan di piring, melainkan dalam cobek tanah liat yang mendidih. Sambal pedas dengan terasi khas Bontang berpadu dengan ikan bawis segar, menjadikan gammi bawis punya rasa otentik. Ikan yang semula mentah akan matang perlahan karena panas sambal, menghasilkan cita rasa segar dan khas.
“Kalau tidak pakai cobek, tidak enak. Ada rasa yang berbeda dan harum,” ujar Ririn Sari Dewi, Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur yang lama berdinas di Bontang.
Menurut warga, gammi bawis dulunya hanyalah makanan sehari-hari masyarakat pesisir yang sederhana. Bahan dasarnya hanya tomat, lombok, dan bawang merah, kadang dinikmati dengan singkong. Filosofi sederhana melekat kuat: makan tanpa sambal terasa hambar.
Seiring waktu, kelezatan gammi bawis menorehkan prestasi. Pada 2011, ia menyabet Juara I Festival Benua Etam, lalu kembali menang di Festival Kuliner Tradisional se-Kaltim 2014. Pada 2015, gammi bawis dinobatkan sebagai juara terbaik se-Kalimantan di TMII. Bahkan, kuliner ini sempat dicicipi langsung oleh Presiden Joko Widodo dan masuk nominasi 10 besar Anugerah Pesona Indonesia 2017.
Pemerintah Kota Bontang kemudian mendaftarkan gammi bawis sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK). Sertifikatnya diserahkan Kemenkumham Kaltim pada 2024, menegaskan legalitas kuliner ini sebagai warisan budaya Bontang Kuala.
Rafidah, Kepala Dispoparekraf Bontang, menuturkan pengakuan hukum ini melindungi gammi bawis dari klaim pihak luar dan memastikan pemanfaatannya tetap sejalan dengan nilai budaya. “Hal ini tentunya memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif,” katanya.
Ikan bawis yang menjadi bahan utama juga memiliki keistimewaan. Spesies ini hanya ditemukan di perairan Bontang dan Lombok dengan rasa khas, memperkuat identitas geografis hidangan ini.
Selain gammi bawis, Bontang juga kaya kuliner berbasis laut dan tradisi:
- Nasi Bekepor: nasi rempah bersejarah yang dimasak hingga berkerak.
- Es Rumput Laut: minuman segar dari hasil laut melimpah.
- Baronang Bakar & Keripik Bawis: olahan ikan segar dan camilan khas.
- Gangan Manok: sup bening dengan bola daging ayam lembut.
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya
