deadlinenews.co/, SAMARINDA – Tim SAR Gabungan dari Basarnas Balikpapan dan berbagai unsur SAR akhirnya menemukan korban terakhir akibat tenggelamnya kapal ferry di Perairan Ujoh Halang, Kabupaten Kutai Barat, Rabu 12 November 2025 pada pukul 22.19 WITA.
Korban ke delapan bernama Pendy (30), dalam kondisi meninggal dunia. Jasadnya hanyut sejauh 10,7 KM dari lokasi awal kejadian. Selanjutnya, jasad korban dievakuasi ke RSUD Harapan Insan Sendawar Barong Tongkok.
“Terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan, dengan ditemukannya seluruh korban maka operasi SAR diusulkan ditutup dan seluruh unsur Kembali . kesatuannya masing-masing.” ujar Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Balikpapan, Endrow Sasmita, S.E., M.M.
Kapal yang mengangkut sebanyak 28 orang penumpang tersebut mengalami kecelakaan di perairan Sungai Mahakam, kawasan Ujoh Halang, Kutai Barat, pada Senin 10 November 2025 malam. Sebanyak 20 orang selamat.
Hari kedua operasi, Rabu 12 November 2025, dilaksanakan sejak pagi. Proses pencarian melibatkan penyisiran permukaan air, observasi di sekitar lokasi kapal tenggelam, serta penyelaman oleh tim khusus yang terdiri dari personel Basarnas dan Brimob Pas Pelopor 2.
“Hasil pencarian hari kedua mencatat delapan korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban pertama atas nama Marselus Bouk alias Cello (24) ditemukan pukul 06.00 Wita pada koordinat 0°3’31.60″S 115°36’56.30″E dengan jarak 3,69 KM dari titik kejadian. Disusul penemuan korban lainnya atas nama Anci Anwar (50), Dedy (30), Yanto (40), Ilham (27), Asmanu/Bogel (55), dan Ira (24) di lokasi yang berbeda dengan jarak antara 100 meter hingga 13 kilometer dari lokasi kejadian,” papar Endrow.
Kata Endrow, upaya penyelaman untuk meninjau badan kapal sempat dilakukan pada pukul 15.00 WITA. Namun, urung dilakukan karena kondisi arus yang sangat deras sehingga membahayakan penyelam. Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue Kantor SAR Balikpapan, Polres Kutai Barat, Brimob Kompi 2, Polairud Res Kutai Barat, BPBD Provinsi Kaltim dan Kutai Barat, Dinas Perhubungan, TNI, tenaga medis, serta masyarakat setempat. Berbagai alut digunakan dalam operasi ini, seperti rubber boat, speedboat, drone thermal, dan peralatan selam. (*/ama)