Minim Anggaran, Atlet Pelajar Kutai Barat Kesulitan Maksimalkan Prestasi di POPDA Kaltim

deadlinenews.co/, SENDAWAR – Partisipasi Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kalimantan Timur masih belum optimal. Keterbatasan jumlah cabang olahraga (cabor) yang dikirim membuat prestasi atlet pelajar Kubar tertinggal dari daerah lain.

Dilansir dari RRI Sendawar, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Barat, Gamas Laden, menegaskan minimnya kontingen menjadi faktor utama hasil yang kurang maksimal. Pada POPDA di Paser tahun 2022, Kubar hanya mengirim tujuh cabor, jauh lebih sedikit dibandingkan Balikpapan, Samarinda, atau Kutai Kartanegara yang masing-masing mengirim minimal 30 cabor.

“Contoh POPDA di Paser tahun 2022 lalu, kenapa peringkat kita jauh ke belakang? Ya karena kita hanya kirim tujuh cabor saja. Sementara kabupaten/kota lain seperti Balikpapan, Samarinda, Kukar dan lainnya, mereka kirim minimal 30 cabor. Di situ saja kita lihat sudah kalah pasukan. Bagaimana mau merebut medali maksimal,” ungkap Gamas Laden, Selasa (30/9/2025).

Meski demikian, Gamas menyebut potensi atlet pelajar Kubar cukup menjanjikan. Dengan jumlah cabor terbatas, beberapa atlet tetap mampu menyumbangkan medali emas. Hanya saja, peluang perolehan medali lebih banyak terhambat karena kalah jumlah atlet.

Menurut Gamas, persoalan utama bukan terletak pada kemampuan, melainkan keterbatasan anggaran. Kondisi itu memaksa Dispora melakukan seleksi ketat hanya pada atlet yang dinilai berpeluang meraih medali.

“Karena keterbatasan dana, kita tidak bisa mengirim atlet dengan jumlah maksimal. Kita juga harus melakukan seleksi yang lebih ketat untuk memaksimalkan prestasi dengan keterbatasan tersebut. Artinya kita cari atlet-atlet yang memang berpeluang mendapatkan medali saja yang akan kita bawa, kita juga tidak mau kirim sembarangan yang untuk hura-hura saja,” jelasnya.

Ia berharap pembinaan olahraga di Kubar mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah dengan dukungan anggaran yang bersifat mandatori, sebagaimana program prioritas lain. Menurutnya, mencetak atlet berprestasi tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan melalui pembinaan jangka panjang, penyediaan sarana memadai, serta alokasi dana konsisten sejak dini.

Dengan dukungan berkelanjutan, Gamas optimistis atlet pelajar Kutai Barat mampu bersaing lebih maksimal, baik di ajang POPDA maupun kejuaraan tingkat nasional.

“Harapan besar ini sejalan dengan tekad Dispora untuk terus melakukan pembinaan sejak dini, sehingga prestasi olahraga pelajar di Bumi Tanaa Purai Ngeriman bukan hanya jadi kebanggaan daerah, tetapi juga bisa mengharumkan nama Kalimantan Timur di tingkat yang lebih luas,” pungkasnya.

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

Exit mobile version