deadlinenews.co/, BONTANG – Pelatihan Sapta Pesona kembali digelar pada 16–17 November 2025. Agenda ini menjadi bagian strategis dari Program Aksi Wisata Industri yang dikembangkan melalui kolaborasi Badak LNG dan MASATA.
Dilansir dari RRI Kaltim, Pelatihan Sapta Pesona menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penguatan peran masyarakat dalam mendukung pariwisata berbasis edukasi di Kota Bontang. Kegiatan ini mengusung konsep Kolabora Sinergi Pentahelix yang menyatukan industri, pemerintah, akademisi, komunitas, dan media.
Ketua DPC MASATA Kota Bontang, Eko Satrya, menjelaskan bahwa Pelatihan Sapta Pesona berperan strategis dalam membangun kesadaran masyarakat dan pelaku profesi yang terlibat dalam ekosistem pariwisata lokal. Dengan memahami tujuh unsur Sapta Pesona—Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah, dan Kenangan—masyarakat dapat menghadirkan suasana destinasi yang lebih nyaman dan berkesan bagi pengunjung.
Menurut Eko, unsur Sapta Pesona merupakan fondasi utama dalam menciptakan obyek destinasi tujuan wisata (ODTW) yang berkelanjutan.
“Jika ingin sebuah destinasi berkembang, maka unsur Sapta Pesona harus menjadi karakter dan budaya masyarakatnya,” ujar Eko.
Sebagai organisasi berbasis Community Based Tourism (CBT), MASATA Bontang menegaskan komitmennya untuk memberdayakan masyarakat. Melalui Pelatihan Sapta Pesona, Program Wisata Industri tidak hanya berorientasi pada kunjungan wisata, tetapi juga pada edukasi dan penguatan kapasitas SDM di sekitar kawasan industri.
Program ini ditujukan untuk memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat yang menjadi bagian dari support system kawasan industri. Melalui Pelatihan Sapta Pesona, peserta memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman mengenai peran strategis mereka dalam mendukung aktivitas industri secara optimal, serta memperkuat hubungan harmonis antara masyarakat dan dunia industri.
Eko menambahkan bahwa ketika nilai-nilai dari Pelatihan Sapta Pesona dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, efek positifnya dapat menyebar luas.
“Sekembalinya peserta ke rumah atau RT masing-masing, perubahan kecil seperti menjaga kebersihan, sikap ramah, hingga tertib akan mulai terlihat,” ucap Eko.
Efek domino tersebut diharapkan mampu memperkuat karakter kota sebagai kawasan sadar wisata. Jika budaya Sapta Pesona sudah tertanam di masyarakat, maka bukan hanya destinasi wisata yang meningkat kualitasnya, tetapi juga lingkungan sosial dan permukiman.
Pelatihan Sapta Pesona yang diikuti pelaku UMKM dan profesi Caddy Golf ini menjadi salah satu langkah konkret Program Aksi Wisata Industri. Materi pelatihan mencakup pelayanan prima, manajemen usaha, serta pendalaman nilai Sapta Pesona sehingga peserta tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memahami karakter pelayanan yang baik.
Di kawasan Industri Badak LNG, peningkatan kapasitas melalui Pelatihan Sapta Pesona diharapkan mampu mendorong profesionalisme, kepercayaan diri, dan etos kerja pelaku UMKM maupun Caddy Golf. Peserta yang mengikuti pelatihan ini dapat menerapkan ilmunya untuk meningkatkan bisnis maupun layanan mereka secara lebih terarah.
