Peluang Investasi Hotel dan Pariwisata di Bontang Terbuka Lebar

investasi hotel Bontang, pariwisata Bontang, ekonomi daerah, investasi Kalimantan Timur, Bontang Berbenah
Animo wisatawan yang datang ke Kota Bontang sore hari di Bontang Kuala ( Foto: RRI / Ist).

deadlinenews.co/, BONTANG – Kota Bontang, Kalimantan Timur, kini membuka peluang besar bagi investor di sektor perhotelan dan pariwisata. Pemerintah Kota Bontang mulai memanfaatkan potensi baru ini untuk memperkuat ekonomi daerah sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.

Dilansir dari RRI Kaltim, Ketua Unit Layanan Strategis Pembangunan Sumber Daya Berkelanjutan (ULS-PSDB) Universitas Mulawarman, Dr. Rahcmad Budi Suharto, menyebut sektor perhotelan merupakan pilar penting dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah.

“Bontang memiliki potensi perhotelan yang sangat besar. Letaknya strategis, kunjungan bisnis tinggi, dan pariwisata pesisirnya mulai tumbuh. Kini saatnya investor hotel masuk karena ekosistemnya sedang terbentuk,” ujar Dr. Rahcmad, Rabu (27/10/2025).

Menurutnya, investasi di sektor hotel tidak hanya memperkuat dunia usaha, tetapi juga mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif lokal. Selama ini, Bontang dikenal sebagai kota industri dengan aktivitas padat dari PT Badak LNG dan Pupuk Kaltim, namun kebutuhan akomodasi representatif terus meningkat.

“Kehadiran hotel berbintang kini menjadi kebutuhan mendesak, bukan hanya untuk dunia usaha dan pemerintahan, tetapi juga untuk menghidupkan sektor pariwisata bahari dan ekonomi kreatif,” jelasnya.

Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menyambut positif peluang tersebut. Pembangunan hotel dinilai sebagai strategi berkelanjutan untuk memperkuat daya saing kota.

Beberapa lahan strategis di pusat kota tengah dikaji, termasuk rencana pemanfaatan rumah jabatan Wali Kota di Jalan Awang Long sebagai lokasi potensial untuk hotel bisnis dan konferensi.

Dr. Rahcmad menegaskan, investasi hotel tidak boleh dipandang sebatas pembangunan fisik, melainkan juga sebagai pencipta efek ekonomi berantai.

“Hotel tidak hanya memberi pajak, tetapi juga menumbuhkan ekonomi di sekitarnya. UMKM berkembang, masyarakat bekerja, dan ekonomi daerah bergerak bersama,” katanya.

Dengan meningkatnya lama tinggal wisatawan (length of stay), pendapatan daerah dari pajak hotel dan restoran diprediksi ikut naik tanpa menambah beban pajak baru bagi masyarakat.

Untuk memperkuat iklim investasi, Pemkot Bontang terus mendorong deregulasi dan kemudahan perizinan melalui sistem digital yang cepat, transparan, dan ramah investor.

Kepastian hukum dan dukungan regulasi daerah menjadi jaminan kenyamanan bagi pelaku usaha yang ingin menanamkan modal di sektor properti dan perhotelan.

Selain itu, pemerintah juga tengah membenahi infrastruktur dan tata ruang kota. Pengembangan kawasan bisnis baru dipadukan dengan fungsi industri, perumahan, dan pariwisata agar pertumbuhan kota tetap seimbang dan berkelanjutan.

Kebijakan pembangunan ini sejalan dengan visi Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, melalui program “Bontang Berbenah” yang menekankan transformasi, kolaborasi, dan inovasi lintas sektor.

“Bontang tidak hanya berfokus pada industri energi, tetapi juga ingin menjadi kota yang ramah investasi, berdaya saing, dan berwawasan ekonomi inklusif,” ujar Dr. Rahcmad.

Dengan posisi geografis strategis di pesisir Kalimantan Timur dan kedekatannya dengan Ibu Kota Nusantara (IKN), Bontang dinilai sebagai salah satu simpul penting pergerakan bisnis dan pariwisata regional.

“Peluang besar terbuka bagi para investor yang ingin menjadi bagian dari perubahan ini, terutama dalam menghadirkan hotel modern, nyaman, dan berkelas di jantung Kota Bontang,” pungkasnya.

 


Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp deadlinenews.co/

Gabung

Exit mobile version