deadlinenews.co/, UJOH BILANG – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali memperkuat layanan dasar di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar melalui penyerahan ambulans terapung senilai Rp1,7 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). Bantuan ini ditujukan untuk mempermudah akses evakuasi dan layanan medis darurat bagi masyarakat kawasan sungai.
Dilansir dari Antara Kaltim, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyampaikan bahwa kehadiran ambulans terapung menjadi bentuk nyata kehadiran negara hingga ke pelosok Sungai Mahakam. Bantuan tersebut diserahkan saat kunjungan kerja di Ujoh Bilang, Rabu.
“Kita ingin memastikan negara hadir hingga ke pelosok Sungai Mahakam. Ambulans ini adalah solusi agar evakuasi medis bisa dilakukan dengan standar keamanan tinggi tanpa harus menunggu transportasi reguler,” kata Rudy Mas’ud.
Rudy menegaskan bahwa ambulans terapung dirancang sebagai solusi transportasi medis yang aman dan cepat bagi warga Mahulu. Selama ini, proses evakuasi pasien kerap terkendala jarak tempuh yang jauh, jeram sungai, serta keterbatasan moda transportasi reguler.
Ia berharap kehadiran ambulans terapung mampu memangkas hambatan geografis yang selama ini dihadapi masyarakat di kawasan sungai. Menurutnya, kondisi alam yang menantang tidak boleh lagi menjadi penghalang warga untuk memperoleh layanan kesehatan darurat.
Selain sektor kesehatan, Pemprov Kaltim juga menaruh perhatian pada aspek keselamatan dan kebencanaan di Mahakam Ulu. Dengan dukungan ekskavator mini serta armada perahu berbahan polyethylene dari BPBD Kaltim, daerah tersebut diharapkan lebih siap menghadapi ancaman banjir dan longsor.
Rudy menekankan bahwa kolaborasi antara BPBD, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci membangun sistem penanggulangan bencana yang cepat dan responsif. Sinergi ini dinilai penting untuk meminimalkan risiko korban jiwa di wilayah rawan bencana.
Pembangunan daerah, menurut Rudy, tidak hanya berfokus pada infrastruktur dasar. Ia juga menyentuh sektor ekonomi melalui pemberian fasilitas penunjang pariwisata di Desa Wisata Batu Majang.
Fasilitas berupa toilet biotek dan panggung kesenian dibangun untuk meningkatkan daya tarik wisata lokal. Dengan dukungan infrastruktur tersebut, potensi pariwisata Mahakam Ulu diharapkan mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kalimantan Timur juga menyerahkan bantuan bedah rumah kepada 50 keluarga di Kampung Bumi Urip Keriman. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat di wilayah perbatasan.
Rudy menegaskan bahwa pembangunan di Mahakam Ulu harus dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari penguatan layanan kesehatan melalui ambulans terapung, peningkatan keselamatan, hingga perbaikan kelayakan tempat tinggal masyarakat.
“Pembangunan itu harus menyeluruh mulai dari kesehatannya, keselamatannya, hingga kelayakan tempat tinggalnya,” ujarnya.