‎SMK Muhammadiyah Loa Kulu Ciptakan Prototipe Mobil Listrik Sejak 2022

DEADLINENEWS.CO – Sebelum tren mobil listrik yang kini meramaikan pasar otomotif komersil, guru dan siswa SMK Muhammadiyah Loa Kulu ternyata sudah menciptakan prototip mobil listrik yang terbilang sukses dan pernah diuji coba di jalanan.

‎”Kami ciptakan mobil listrik sejak tahun 2022,” ungkap Kepala SMA Muhammadiyah Loa Kulu, Moch. Arifin, Kamis 7 Mei 2026.

‎Mobil listrik yang dibuat bertenaga utama kelistrikan aki dan panel tenaga matahari. Ide ini diawali saat membuka jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) empat tahun lalu. Alasannya agar para siswa bukan hanya belajar mesin konvensional. ‎”Belajar mesin konvensional wajib, sedangkan mesin listrik tambahan pengetahuan baru,” jelasnya.

Mobil listrik buatan siswa SMK ini jangan diremehkan. Kendaraan pernah diuji coba di jalanan dan sukses melaju tanpa kendala dengan kecepatan 60 KM per jam. Bahkan, mobil listrik tersebut sering dipakai  saat pawai memeriahkan Hari Kemerdekaan RI.  ‎”Kami coba Loa Kulu-Tenggarong aman saja,” sebutnya.

Kata Arifin, merakit mobil listrik ini hanya mengandalkan pengetahuan otodidak yang dipelajari dari kanal You Tube. Salah satu guru sekolah ini memang sempat belajar di SMK Muhammadiyah Gondang Legi Malang secara langsung. ‎”Lebih banyak belajar dari You Tube,” ungkapnya.

‎Adanya pembelajaran mobil listrik membuat siswa semangat. Guru SMK pernah diminta Polteknik Negeri Samarinda untuk mentransfer ilmu di kampus.

Menurutnya, kendala mengembangkan mobil listrik adalah modal finansial. ‎”Kami sudah habis Rp 50 juta, itu pun dibelanjakan secara bertahap menyesuaikan keuangan sekolah,” jelasnya.

‎Masalah teknis kendaraan ini adalah daya aki yang sering drop. Bisa terjadi saat kondisi libur sekolah sehingga mesin mobil ini jarang dipanaskan. Musim kemarau yang agak panjang menjadi momentum pengisian daya panel surya. ‎”Saat sekolah aktif pasti mesinya dipanasi, beda saat libur,” ujarnya.

‎Rencana pengembangan yang akan dilakukan ke depannya adalah penggunaan baterai litium serta perubahan model. Model saat ini masih terbilang sederhana karena memakai seperti Toyota Kijang keluaran lama. ‎”Sistem teknologi hybrid akan kami kembangkan juga ke siswa,” jelasnya.

‎Sekolah ini sudah meluluskan dua angkatan jurusan TKR. Para lulusan lebih banyak memilih bekerja ketimbang melanjutkan kuliah. Sebagian berkuliah di Polnes. Mmitra kerja SMK Muhammadiyah adalah Daihatsu dan Mitsubitsi cukup banyak menyerap lulusan. ‎
‎”Ketika butuh karyawan teknisi baru, kedua perusahaan otomotif tersebut meminta lulusan kami untuk bergabung,” pungkasnya.