deadlinenews.co/, SENDAWAR – Suasana penuh semangat menyelimuti Kampung Tukul, Kecamatan Long Iram, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) sejak pagi hari, Senin (13/10/2025). Ratusan warga dari berbagai penjuru kampung tampak berkumpul di Balai Adat Kampung Tukul Victor Syaharun untuk mengikuti tradisi adat LALIIQ UGAAL 2025, ritual sakral masyarakat Dayak Bahau yang digelar setiap tahun.
Dilansir dari RRI Kaltim, Hari itu menjadi puncak pelaksanaan Irah Tawah, salah satu rangkaian utama dalam upacara adat LALIIQ UGAAL. Sejak beberapa hari sebelumnya, warga telah sibuk mempersiapkan berbagai perlengkapan upacara, termasuk kegiatan penghut atau perautan kayu Mahang dan kayu Gelaq, yang digunakan khusus dalam prosesi adat.
Salah satu peserta, Maria, mengaku bangga bisa kembali ikut serta dalam kegiatan adat tersebut.
“Setiap tahun, kami selalu menantikan momen LALIIQ UGAAL. Ini bukan sekadar ritual, tapi juga waktu untuk mempererat persaudaraan dan mengingat ajaran leluhur kami,” ujarnya di sela-sela persiapan.
Hal senada disampaikan oleh Dominic, warga Kampung Tukul lainnya. Menurutnya, acara ini menjadi ajang berkumpul seluruh warga, termasuk mereka yang datang dari kampung sekitar.
“Rasanya bangga bisa ikut berpartisipasi. Semua orang saling bantu, ada yang masak, ada yang menyiapkan perlengkapan adat. Semoga tradisi ini tetap hidup sampai generasi berikutnya,” katanya.
Panitia penyelenggara menyebutkan, setelah prosesi Irah Tawah, rangkaian berikutnya yakni Tebeq Rau akan digelar pada Rabu, 22 Oktober 2025 di lokasi yang sama. Melalui unggahan di media sosial, panitia juga mengajak masyarakat luas untuk hadir dan menyaksikan langsung keindahan budaya lokal.
“Saatnya kumpul bareng, nikmati suasana adat, dan ikut lestarikan budaya leluhur. Setiap tradisi punya cerita, setiap adat punya makna,” tulis panitia dalam unggahannya.
LALIIQ UGAAL dikenal sebagai salah satu upacara adat penting suku Dayak Bahau yang sarat nilai spiritual, sosial, dan budaya. Selain ritual adat, acara ini turut dimeriahkan dengan tarian tradisional, musik khas Dayak, serta prosesi budaya yang menampilkan keindahan busana dan simbol kebersamaan masyarakat.
Melalui semangat gotong royong dan rasa bangga terhadap warisan leluhur, warga Kampung Tukul berharap pelaksanaan LALIIQ UGAAL 2025 dapat berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Kutai Barat.
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya