BKSDA Kaltim dan Pemkab Mahulu Kolaborasi Selamatkan Badak Kalimantan yang Tersisa Satu Ekor

deadlinenews.co/, UJOH BILANG – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur bersama Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) bersepakat memperkuat upaya konservasi badak Kalimantan yang kini berada di ambang kepunahan. Hasil pelacakan terbaru menunjukkan populasi satwa langka tersebut hanya tersisa satu individu di wilayah Mahulu.

Dilansir dari Antara Kaltim, Kepala BKSDA Kaltim, Matheas Ari Wibawanto, mengatakan pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Bupati dan Sekretaris Daerah Mahulu untuk membahas rencana kolaborasi. Ada tiga program prioritas yang diusulkan, yakni konservasi badak Kalimantan, pendampingan pengelolaan Taman Hutan Raya (Tahura) Medang, serta pelestarian flora dan fauna dilindungi lainnya. Namun, pertemuan kali ini difokuskan khusus pada penyelamatan badak Kalimantan.

“Kami berharap dukungan penuh Pemkab Mahulu, termasuk pelibatan perangkat daerah dalam program konservasi mendatang. BKSDA Kaltim juga akan menyusun SK Penyelamatan Badak Kalimantan sebagai dasar kerja sama pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten,” ujar Ari di Samarinda, Selasa.

Ia menambahkan, penguatan kolaborasi dan sosialisasi ke masyarakat penting dilakukan untuk mengantisipasi konflik satwa serta meningkatkan pemahaman publik terkait isu konservasi.

Sementara itu, Bupati Mahulu Angela Idang Belawan menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penyelamatan badak Kalimantan. Ia menyebut keberadaan satu-satunya individu yang tersisa merupakan tanggung jawab bersama untuk dijaga dan dipulihkan.

“Badak Kalimantan yang tersisa berasal dari Mahulu. Kami berharap upaya penangkaran bisa berhasil, dan nantinya satwa ini dapat kembali ke Mahulu sebagai ikon daerah,” ujar Angela.

Ia menekankan pentingnya dukungan masyarakat dalam proses konservasi. Menurutnya, pemahaman warga bahwa penangkaran bertujuan mengembalikan satwa ke habitat asal menjadi kunci keberhasilan program jangka panjang.

“Edukasi kepada masyarakat harus terus diperluas, tidak hanya tentang badak, tetapi juga satwa dilindungi lainnya. Mahulu memiliki keanekaragaman hayati yang kaya, dan pelestariannya membutuhkan keterlibatan semua pihak,” katanya.

 


Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp deadlinenews.co/

Gabung

Exit mobile version