Festival Gemeoh Melak 2025 Resmi Ditutup: Tradisi Meriah dan Antusiasme Warga Membludak

deadlinenews.co/, SENDAWAR – Penutupan Festival Gemeoh Melak 2025 di Kecamatan Melak, Kutai Barat, berlangsung meriah dan penuh warna. Ribuan warga hadir menikmati rangkaian budaya Melayu, tradisi makan bersama, hingga permainan khas daerah yang menjadi daya tarik utama festival. Antusiasme ini menegaskan posisi Festival Gemeoh Melak sebagai salah satu agenda budaya paling dinanti masyarakat.

Dilansir dari RRI Kaltim, Festival Gemeoh Melak yang diselenggarakan dalam rangka HUT ke-244 Kecamatan Melak resmi berakhir setelah sekitar satu pekan pelaksanaan, sejak 11 November 2025. Festival tahunan ini menampilkan beragam perlombaan seni dan budaya Melayu, serta berbagai kompetisi modern yang menarik minat pengunjung dari berbagai wilayah.

Penutupan Festival Gemeoh Melak pada Senin (17/11/2025) berlangsung di Jalan Gunung Aji, Kelurahan Melak Ulu. Acara puncak ditandai dengan tradisi Makan Bekeroboq dan Becolek Pupur, dua ritual khas yang menjadi ciri khas keberagaman budaya di Kutai Barat. Suasana hangat tercipta ketika warga—anak-anak hingga orang dewasa—saling colek pupur di wajah sebagai simbol keakraban dan kebersamaan.

Ribuan masyarakat memenuhi sepanjang jalan lokasi kegiatan, menciptakan suasana semarak yang menegaskan popularitas Festival Gemeoh Melak. Tradisi makan bersama yang digelar sepanjang jalur utama memberikan kesempatan bagi warga untuk saling berinteraksi tanpa sekat, memperkuat nilai-nilai sosial dalam masyarakat.

Ketua Panitia Festival Gemeoh Melak, Sadli, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Ia menyampaikan bahwa apresiasi terbesar datang langsung dari masyarakat yang menikmati setiap agenda festival.
“Kalau saya pribadi, itu kepuasan masyarakat. Yang menilai masyarakat, bukan kita sendiri. Jadi selama pelaksanaan, yang kita rasakan, yang kita lihat dan yang kita dengar, bahwa Alhamdulillah tingkat kepuasan masyarakat cukup tinggi,” kata Sadli kepada RRI.

Ia menambahkan, tingginya partisipasi masyarakat terlihat sejak pembukaan Festival Gemeoh Melak yang diawali dengan kirab budaya. Lonjakan jumlah peserta tahun ini menunjukkan bahwa Festival Gemeoh Melak semakin mendapat tempat di hati warga, sekaligus menjadi ajang pelestarian budaya yang efektif.

 


Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp deadlinenews.co/

Gabung

Exit mobile version