DEADLINENEWS.CO, JAKARTA ,Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus mengungkapkan pemerintah menargetkan usia harapan hidup sehat masyarakat Indonesia meningkat hingga 65 tahun. Target tersebut didorong melalui penguatan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk mendeteksi penyakit sejak dini.
Dilansir dari Kompas.com, Benjamin menyampaikan hal tersebut saat menghadiri agenda CKG yang bekerja sama dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemen Imipas) di RSU Permasyarakatan Jakarta, Jakarta Timur, Senin (10/8/2026).
Benjamin mengatakan target tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Kementerian Kesehatan. Pemerintah ingin masyarakat Indonesia tidak hanya memiliki usia hidup yang panjang, tetapi juga tetap berada dalam kondisi sehat hingga usia 65 tahun.
“Pak Presiden Prabowo meminta kami dari Kementerian Kesehatan, tolong orang Indonesia usia minimal sekarang kan sampai 60 tahun masih sehat, minimal sampai usia 65 dalam keadaan tidak sakit. Sehat,” ujar Benjamin.
Menurut Benjamin, peningkatan usia harapan hidup sehat dapat didukung dengan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Melalui CKG, masyarakat diharapkan dapat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal sehingga gangguan kesehatan bisa segera ditangani.
“Artinya dengan kita mengontrol CKG ini, harapan saya masyarakat yang hari ini ada di sini, kita kan enggak usah sakit dong. Begitu ada gejala kita perbaiki,” tutur dia.
Benjamin mengungkapkan, pelaksanaan CKG hingga saat ini telah menjangkau 73,4 juta orang. Angka tersebut masih akan terus dikejar karena pemerintah menargetkan sebanyak 130 juta penduduk mendapat layanan pemeriksaan kesehatan gratis hingga akhir tahun.
“Ini anjuran daripada negara. CKG hari ini kita sudah 73,4 juta orang. Lumayan sudah banyak. Jadi, kalau bisa sampai akhir tahun bisa 130 juta. 130 juta, tahun depan kami usahakan lebih,” ucap dia.
Untuk mengejar target tersebut, Benjamin meminta Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto membuka layanan CKG di setiap lembaga pemasyarakatan (LP) yang memiliki klinik.
Ia menilai fasilitas kesehatan yang tersedia di LP dapat dimanfaatkan untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap warga binaan. Salah satu pemeriksaan yang ditekankan adalah pengecekan tekanan darah dan kadar gula.
“Bayangkan kalau setiap klinik itu tugasnya, membantu kita. Daripada mereka nganggur, semua orang itu yang ada di di sini sebulan sekali ditensi. Kalau tensinya tinggi tinggal dikasih obat seperti saya. Kalau dia ada gulanya tinggi tinggal dikasih obat gula, pil saja sudah bisa nolong,” ujar dia.
Benjamin juga menyoroti penyakit hipertensi dan diabetes yang kerap disebut sebagai silent killer. Kedua penyakit tersebut dapat tidak menunjukkan gejala yang jelas pada tahap awal sehingga penderitanya sering tidak menyadari kondisi kesehatannya.
Karena itu, ia mendorong agar CKG diterapkan di setiap LP. Pemeriksaan rutin diharapkan dapat membantu mengendalikan hipertensi dan diabetes sebelum berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.
“Jadi, saya mengusulkan CKG karena hipertensi dan diabetes ini enggak ada keluhannya. Jadi, penyebab stroke, penyebab cuci darah ginjal jebol, penyebab serangan jantung, ini karena punya hipertensi dan diabetes yang enggak terkontrol,” tutur dia.
Perluasan CKG tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatan lebih dini. Upaya itu sekaligus menjadi bagian dari langkah pemerintah mengejar target usia harapan hidup sehat hingga 65 tahun.

