DEADLINENEWS.CO, SAMARINDA —Swasembada pangan Kaltim menunjukkan peningkatan signifikan hingga mencapai 58 persen, di tengah capaian Indonesia yang telah mencapai swasembada untuk delapan komoditas pangan dalam setahun terakhir. Pemprov Kaltim kini terus mendorong produksi lokal, termasuk mengejar target swasembada beras.
Dilansir dari HeadlineKaltim.co, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan capaian swasembada tersebut dalam Sidang Tahunan MPR, DPR, dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Prabowo mengatakan keberhasilan mencapai swasembada pada delapan komoditas menunjukkan kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan pangan melalui produksi dalam negeri. Namun, sejumlah komoditas masih belum mencapai kondisi tersebut, seperti bawang putih, daging sapi, dan daging kerbau. Untuk kebutuhan protein, Prabowo menyebut Indonesia pada dasarnya telah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat melalui sejumlah sumber pangan, di antaranya ikan, telur, dan daging ayam.
“Kita telah menghasilkan capaian yang besar dan kita kadang-kadang harus menyadari bahwa kita, bangsa kita mampu mencapai hal-hal yang besar,” kata Prabowo.
Selain capaian produksi pangan, pemerintah juga menyiapkan sejumlah program untuk memperkuat sektor pangan dan perikanan. Salah satunya pembangunan kampung nelayan yang ditargetkan mencapai 1.386 kampung hingga akhir Desember 2026.
Prabowo juga menyampaikan rencana pembangunan 1.582 kapal ikan modern yang akan dimulai pada 2027. Program tersebut diarahkan agar potensi kelautan Indonesia dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi nelayan dalam negeri.
Di Kalimantan Timur, peningkatan swasembada pangan Kaltim juga terus dikejar. Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengatakan tingkat swasembada pangan daerah mengalami kenaikan sejak dirinya bersama Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mulai menjabat. Seno menyebut capaian yang sebelumnya berada di kisaran 30 persen kini telah meningkat menjadi 58 persen atau mendekati 60 persen. Meski mengalami kenaikan, Kaltim masih menghadapi defisit pangan, terutama untuk komoditas beras.
“Sejak kita dilantik itu baru 30 persen. Swasembada pangan dan sekarang sudah 58 persen, hampir 60 persen. Artinya ada peningkatan 100 persen untuk swasembada pangan,” ujar Seno saat diwawancarai usai menghadiri Rapat Paripurna ke-21 DPRD Provinsi Kaltim dengan mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam rangka HUT RI ke-81, Jumat, 14 Agustus 2026.
Menurut Seno, kenaikan tersebut menjadi salah satu perkembangan penting dalam upaya Kaltim meningkatkan produksi pangan. Pemerintah daerah terus mendorong sejumlah program agar hasil pertanian lokal semakin bertambah. Salah satu program yang tengah dijalankan ialah pencetakan sawah baru. Seno mengatakan terdapat target penambahan lahan pertanian seluas 15.000 hektare yang saat ini dikerjakan oleh TNI.
“Nah, 15.000 hektare ini sekarang sedang dilakukan oleh TNI untuk cetak sawah baru. Nah, sehingga nanti total 55.000 hektare bisa kita manfaatkan dengan baik dan bisa membuat swasembada beras di Kalimantan,” ungkap dia.
Penambahan luas lahan tersebut diharapkan dapat memperkuat produksi beras sekaligus menekan defisit pangan yang masih dialami Kaltim. Seno menekankan lahan yang tersedia nantinya perlu dimanfaatkan secara optimal agar bertambahnya area persawahan juga berdampak terhadap peningkatan produksi.
Pemprov Kaltim menargetkan rangkaian upaya tersebut dapat membawa daerah menuju swasembada beras. Koordinasi antarinstansi juga terus dilakukan untuk mengejar target yang diharapkan tercapai pada akhir 2026.
“Insyaallah di akhir tahun 2026 kita akan pacu untuk bisa,” demikian Seno Aji. (Retno)













