Punya “Kelas Jauh” yang Wilayahnya Lebih Dekat ke Kukar, SDN 005 Loa Buah Kekurangan Enam Ruang Kelas

SD Negeri 005 yang terletak di Jalan Melati, Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota samarinda. (Sumber : Headlinekaltim.co)

DEADLINENEWS.CO, SAMARINDA — SD Negeri 005 Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, masih menghadapi keterbatasan ruang belajar. Sekolah yang saat ini memiliki sekitar 370 siswa tersebut hanya mempunyai enam ruang kelas, sementara kebutuhan ideal mencapai 12 ruang.

Kondisi itu membuat kegiatan belajar mengajar harus dilakukan dengan sistem dua shift. Siswa kelas II mulai belajar sekitar pukul 10.00 WITA, sedangkan kelas III dan IV mendapat giliran mulai pukul 13.00 hingga sore hari. (Headline Kaltim)

Kepala SDN 005 Loa Buah, Norman, mengatakan pihak sekolah membutuhkan tambahan enam ruang kelas agar seluruh siswa dapat mengikuti pembelajaran dalam satu shift pada pagi hari.

“Pengennya anak-anak turunnya hanya satu shift pagi saja, sementara ini dua shift, jadi kekurangan kelas,” ujar Norman. (Headline Kaltim)

Punya “Kelas Jauh” di Loa Kumbar

Selain persoalan ruang kelas, SDN 005 Loa Buah memiliki unit “kelas jauh” di Loa Kumbar. Secara administratif, kawasan tersebut merupakan bagian dari Kelurahan Loa Buah, Samarinda.

Namun, secara geografis, Loa Kumbar justru lebih mudah diakses melalui jalur sungai menuju wilayah Kutai Kartanegara. Warga setempat lebih banyak menggunakan perahu dari Pelabuhan Loa Kumbar menuju Loa Duri yang sudah masuk wilayah Kukar, dibandingkan menempuh jalur darat menuju pusat Kota Samarinda. (Headline Kaltim)

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie, menyebut Loa Kumbar dihuni sekitar 280 jiwa atau 120 kepala keluarga. Karena lokasinya terpencil, kawasan tersebut ditetapkan sebagai sekolah jauh. (Headline Kaltim)

Unit sekolah di Loa Kumbar saat ini hanya memiliki tiga ruang kelas dan dua guru. Jumlah siswa baru setiap tahun juga relatif sedikit, sekitar tujuh hingga delapan orang, bahkan pernah hanya empat siswa dalam satu angkatan. (Headline Kaltim)

Meski demikian, kondisi bangunan sekolah di Loa Kumbar dinilai cukup baik dan representatif.

Fasilitas Lain Juga Diusulkan Diperbaiki

Selain penambahan ruang kelas, pihak sekolah juga mengusulkan sejumlah perbaikan fasilitas, di antaranya paving block, pagar belakang sekolah, serta ruang UKS.

Ruang UKS saat ini masih memanfaatkan bekas rumah dinas guru karena sekolah belum memiliki ruangan khusus. Sekolah juga menghadapi persoalan tenaga pengajar Bahasa Inggris, baik di sekolah induk maupun unit Loa Kumbar. (Headline Kaltim)

Novan menyatakan seluruh persoalan tersebut akan dibahas lebih lanjut bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda serta organisasi perangkat daerah terkait.

Ia menilai persoalan kebutuhan ruang kelas dan tenaga pengajar perlu mendapat perhatian agar proses pendidikan bagi siswa di Loa Buah maupun Loa Kumbar dapat berjalan lebih optimal. (Headline Kaltim)

Dilansir dari HeadlineKaltim.co. (Headline Kaltim)

Baca berita sumber di HeadlineKaltim.co