DEADLINENEWS.CO, SAMARINDA – La Jemo (60), pria yang ditemukan mengalami luka bakar di lokasi kebakaran lahan di Jalan Anggur Gang SD, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie. Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran yang terjadi pada Selasa, 13 Oktober 2026 tersebut.
Dilansir dari Headlinekaltim.co, Kapolsek Samarinda Ulu AKP Asriadi mengatakan korban meninggal dunia pada Rabu, 14 Oktober 2026 pagi. La Jemo mengalami luka bakar sekitar 60 persen pada tubuhnya. Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
“Kita sama-sama mendengarkan kabar bahwa korban yang mengalami luka bakar kemarin telah meninggal dunia akibat luka bakar yang cukup parah. Persentase luka bakarnya mencapai 60 persen,” ujar Asriadi.
Sebelum meninggal dunia, La Jemo ditemukan tergeletak di area lahan yang terbakar di Jalan Anggur Gang SD, RT 54, Kelurahan Sidodadi, sekitar pukul 13.50 WITA. Saat itu, korban mengalami luka bakar di bagian bawah tubuh dan tidak mampu berdiri.
Kebakaran tersebut diperkirakan menghanguskan lahan seluas sekitar 700 meter persegi. Warga yang mengetahui kejadian itu berupaya membantu penanganan di lokasi sebelum korban dievakuasi ke RSUD Abdoel Wahab Sjahranie untuk mendapatkan perawatan medis.
La Jemo diketahui merupakan warga RT 55 di Kelurahan Sidodadi. Meski demikian, polisi belum memastikan penyebab korban mengalami luka bakar maupun aktivitas yang dilakukannya saat kebakaran berlangsung.
Untuk mengungkap kejadian tersebut, penyidik telah memeriksa empat saksi. Mereka terdiri dari warga yang melihat atau mengetahui peristiwa itu serta ketua RT setempat.
“Sudah ada empat saksi yang kita periksa, baik dari warga yang melihat, mengetahui, maupun dari RT 55 itu sendiri,” ungkap Asriadi.
Polisi masih mengumpulkan keterangan untuk mengetahui kronologi kejadian. Informasi yang disampaikan warga sejauh ini belum sepenuhnya selaras sehingga penyidik belum dapat menyimpulkan apakah kebakaran berkaitan dengan aktivitas korban atau dipicu faktor lain.
Penyelidikan dilanjutkan dengan mendalami keterangan para saksi dan memeriksa kondisi lokasi kebakaran. Kepolisian akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut setelah memperoleh informasi yang dapat memperjelas kronologi serta penyebab peristiwa tersebut.
“Ini masih kita dalami dari saksi-saksi yang ada, walaupun dari keterangan warga yang ada di sana sangat simpang siur,” pungkas AKP Asriadi. (Retno)













