Nelayan Hilang di Perairan Tanjung Aru, Basarnas Temukan Bangkai Kapal Saat Pencarian

Penyelam dari Basarnas saat mempersiapkan peralatan. (ist/Basarnas)

DEADLINENEWS.CO, BALIKPAPAN — Seorang nelayan bernama Hermansyah (44) masih dalam pencarian Tim SAR Gabungan setelah dilaporkan hilang saat memancing di perairan Tanjung Aru, Kecamatan Tanjung Harapan, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Dalam operasi hari kedua, tim menemukan bangkai kapal milik korban di bawah permukaan air.

Dilansir dari HeadlineKaltim.co, Hermansyah diketahui hilang sejak Jumat, 14 Agustus 2026 sekitar pukul 18.05 WITA. Laporan mengenai kejadian tersebut baru diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan pada Rabu, 19 Agustus 2026 pukul 11.00 WITA dari Aipda Heri Tonda, personel Polsek Tanjung Harapan.

Sebelum operasi SAR resmi dilakukan, keluarga bersama masyarakat telah berupaya mencari keberadaan Hermansyah. Dalam pencarian tersebut, mereka menemukan perahu milik korban beserta alat tangkap berupa jaring. Namun, keberadaan korban belum diketahui.

Memasuki hari kedua pencarian pada Kamis, 20 Agustus 2026, Tim SAR Gabungan menggelar briefing sebelum bergerak ke lokasi. Pencarian dilakukan melalui penyisiran permukaan menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) dan perahu nelayan.

Selain penyisiran di permukaan, tim juga melakukan pencarian bawah air dengan metode penyelaman di sekitar lokasi kejadian. Sekitar pukul 08.50 WITA, penyelaman dilakukan pada kedalaman sekitar 10 meter.

Penyelaman tersebut dibagi menjadi dua sorti. Masing-masing berlangsung sekitar 30 menit dan dilakukan di titik yang berbeda.

“Pada penyelaman sorti pertama, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas 1 Balikpapan, Dody Setiawan, Kamis 20 Agustus 2026.

Pada penyelaman sorti kedua, tim menemukan bangkai kapal milik Hermansyah yang berada di bawah permukaan air. Meski demikian, korban tidak ditemukan di sekitar bangkai kapal tersebut.

Tim kemudian melanjutkan upaya pencarian. Sekitar pukul 13.10 WITA, nelayan turut membantu mengangkat bangkai kapal, sementara unsur SAR lainnya melakukan penyisiran kembali menggunakan RBB di sekitar lokasi.

Hingga debriefing pada pukul 17.30 WITA, nelayan hilang di perairan Tanjung Aru tersebut belum berhasil ditemukan. Operasi pencarian kemudian dihentikan sementara dan seluruh unsur SAR bersiaga di Dermaga Tanjung Aru.

“Pencarian akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya sesuai rencana operasi SAR,” pungkas Dody.

Dalam operasi tersebut, Basarnas Balikpapan melibatkan Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan, Polsek Tanjung Aru, Posramil Tanjung Aru, Pemerintah Desa Tanjung Aru, Damkar Tanjung Aru, tokoh pemuda, masyarakat, serta keluarga korban.

Sejumlah sarana turut dikerahkan, antara lain Rescue Car, RBB, 18 perahu nelayan, peralatan SAR air, perlengkapan selam, alat komunikasi, serta peralatan medis.

Basarnas Balikpapan bersama seluruh unsur SAR Gabungan masih akan melanjutkan pencarian dengan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia hingga Hermansyah ditemukan.(*/ama)