Pemkab Kukar Beri Perhatian Khusus Penanganan Karhutla di Zona Merah Migas

Pemkab Kukar Beri Perhatian Khusus Penanganan Karhutla di Zona Merah Migas
Karhutla di Kecamatan Muara Badak. (Sumber: BPBD Kukar)

DEADLINENEWS.CO, TENGGARONG — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memberikan perhatian khusus terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah yang masuk zona merah migas. Sebanyak 15 kecamatan di Kukar terdampak karhutla, sehingga penanganan dilakukan dengan mempertimbangkan potensi risiko terhadap jalur pipa minyak dan gas (migas).

Dilansir dari Headline Kaltim, Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono mengatakan pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap wilayah zona merah migas, khususnya kawasan pesisir yang terdampak karhutla.

“Pasti kita beri perhatian serius kepada wilayah zona merah migas yang ada di wilayah pesisir,” ujar Sunggono.

Menurutnya, keberadaan infrastruktur migas membuat penanganan karhutla di sejumlah lokasi membutuhkan kewaspadaan lebih. Api yang menjalar di sekitar kawasan tersebut dapat menimbulkan risiko terhadap fasilitas maupun jalur pipa migas.

Karena itu, Pemkab Kukar terus melakukan langkah penanganan di wilayah yang terdampak. Koordinasi antarpihak juga diperlukan agar kebakaran dapat segera dikendalikan sebelum meluas dan mendekati kawasan yang memiliki infrastruktur strategis.

Karhutla Kukar saat ini tersebar di sejumlah kecamatan. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus memprioritaskan lokasi yang dinilai memiliki tingkat risiko lebih tinggi, termasuk kawasan yang berdekatan dengan jalur migas.

Penanganan karhutla juga tidak hanya berfokus pada pemadaman api. Upaya pencegahan dan pemantauan menjadi bagian penting untuk mengantisipasi munculnya titik api baru, terutama ketika kondisi wilayah masih rentan terhadap kebakaran.

Pemkab Kukar memastikan penanganan terus dilakukan terhadap wilayah yang terdampak. Perhatian khusus terhadap zona merah migas menjadi langkah penting untuk mencegah karhutla menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan maupun infrastruktur strategis. (Andri)