Berau  

HUT Berau ke-73, DPRD Tekankan Kolaborasi Hadapi Tantangan Daerah

Rapat Paripurna memperingati Hari Jadi Kabupaten Berau ke-73 dan HUT Kota Tanjung Redeb ke-216. (Foto: Riska/headlinekaltim.co)

DEADLINENEWS.CO, TANJUNG REDEB – Hari Jadi Berau ke-73 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Tanjung Redeb ke-216 menjadi momentum bagi DPRD Berau untuk mengevaluasi perjalanan pembangunan sekaligus memperkuat kesiapan daerah menghadapi berbagai tantangan.

Dilansir dari Headlinekaltim.co ,DPRD Berau menggelar Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Berau ke-73 dan HUT Kota Tanjung Redeb ke-216 pada Senin, 14 September 2026. Ketua DPRD Berau Dedy Okto Nooryanto menilai momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperkuat kerja bersama seluruh elemen daerah.

Menurut Dedy, dinamika yang terjadi saat ini membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, masyarakat, dunia usaha, akademisi, hingga media massa. Kerja sama lintas sektor dinilai penting agar berbagai persoalan yang dihadapi Berau dapat ditangani secara lebih optimal.

Salah satu tantangan yang menjadi perhatian adalah dampak kekeringan panjang dan kabut asap akibat fenomena El Nino. Kondisi tersebut, kata Dedy, menjadi ujian terhadap kepedulian dan ketahanan seluruh elemen masyarakat.

“Ini adalah ujian nyata bagi kesiapan, kepedulian, dan daya tahan kita semua,” ujarnya.

Karena itu, Dedy mendorong Hari Jadi Berau ke-73 menjadi titik balik untuk memperkuat sinergi lintas sektor. Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menurutnya, tidak dapat dilakukan secara parsial.

Pemerintah daerah diminta tetap menjadi garda terdepan dengan mengoptimalkan satuan tugas penanggulangan bencana, mempercepat penanganan titik api, memperkuat pelayanan kesehatan, serta memastikan ketersediaan air bersih dan pangan bagi masyarakat terdampak.

Dedy juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam mencegah meluasnya dampak bencana. Ia mengingatkan agar pembukaan lahan dengan cara membakar dihentikan, penggunaan air bersih dilakukan secara bijak, serta masyarakat mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah ketika kondisi udara terdampak asap.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kita harus bergerak bersama melalui komitmen kemitraan, baik pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, maupun media,” tegasnya.

Selain pemerintah dan masyarakat, Dedy menilai dunia usaha juga memiliki peran penting dalam menghadapi kondisi darurat. Perusahaan yang beroperasi di Berau diharapkan dapat mengerahkan armada pemadam kebakaran serta memberikan dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.

Sementara itu, kalangan akademisi dan pakar didorong berkontribusi melalui riset maupun pemanfaatan teknologi untuk mendukung mitigasi kekeringan dan penanganan dampak lingkungan dalam jangka panjang.

Di tengah tantangan bencana, Dedy turut menyoroti kondisi fiskal daerah. Menurutnya, efisiensi anggaran memang diperlukan, tetapi kebijakan tersebut tidak boleh mengurangi keberpihakan pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat.

“Efisiensi bukanlah alasan untuk berhenti melangkah. Efisiensi justru menjadi cambuk bagi kita untuk bekerja secara lebih cerdas, lebih tajam, dan lebih berdampak,” katanya.

Ia juga meminta evaluasi terhadap kinerja organisasi perangkat daerah dilakukan secara berkelanjutan. Langkah tersebut diperlukan agar pelaksanaan program pembangunan tetap sejalan dengan target dalam RPJMD.

Evaluasi terutama perlu diarahkan pada sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari infrastruktur dasar, pengentasan kemiskinan, peningkatan mutu pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga penguatan ekonomi kerakyatan.

Dalam peringatan Hari Jadi Berau ke-73 dan HUT Kota Tanjung Redeb ke-216, Dedy turut mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan memperkuat kebersamaan.

Ia menegaskan, Kesultanan Sambaliung dan Kesultanan Gunung Tabur memiliki posisi penting dalam sejarah Berau. Kedua kesultanan tersebut juga dinilai sebagai mitra pemerintah dalam menjaga kebersamaan, kedamaian, dan persatuan masyarakat.

“Semoga Bumi Batiwakkal semakin maju, mandiri, sejahtera dan bermartabat serta senantiasa mendapatkan ridho dari Allah SWT,” pungkasnya. (Riska)