Berau  

Memasuki Usia ke-73 Tahun, Berau Didorong Perkuat Pariwisata hingga Ekonomi Kampung

Memasuki Usia ke-73 Tahun, Berau Didorong Perkuat Pariwisata hingga Ekonomi Kampung
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Berau dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan HUT ke-216 Kota Tanjung Redeb. (Foto: Riska/headlinekaltim.co)

DEADLINENEWS.CO, TANJUNG REDEB – Memasuki usia ke-73, Kabupaten Berau menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks di tengah tekanan fiskal daerah. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk lebih selektif menetapkan prioritas sekaligus memperkuat sektor yang dinilai memiliki potensi ekonomi besar.

Dilansir dari Headlinekaltim.co , Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Berau dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan HUT ke-216 Kota Tanjung Redeb, Senin, 14 September 2026.

Menurut Sri, peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan pembangunan dan memastikan kebijakan daerah tetap berada pada jalur visi dan misi yang telah ditetapkan. Ia mengatakan kemajuan Berau selama ini tidak terlepas dari dukungan masyarakat serta sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD dalam menerjemahkan aspirasi masyarakat menjadi program pembangunan.

“73 tahun bukanlah waktu yang singkat. Selama 73 tahun ini, kita bersyukur Berau terus bergerak maju,” jelasnya.

Sri juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Berau yang terus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan pembangunan dan pelayanan publik. Ia menegaskan, bersama Wakil Bupati Berau, dirinya memiliki tanggung jawab untuk menjalankan amanah hingga masa jabatan berakhir.

“Saya pun berharap dukungan dan doa masyarakat tetap diberikan agar pemerintah dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya. Namun, pembangunan daerah saat ini dihadapkan pada penyesuaian kebijakan pembiayaan. Salah satu yang terdampak adalah alokasi dana untuk kampung.

Sri menyebut alokasi dana kampung yang sebelumnya sekitar Rp320 miliar pada 2025 mengalami penurunan menjadi sekitar Rp145 miliar pada 2026. Situasi tersebut membuat pemerintah harus semakin cermat dalam menentukan program yang menjadi prioritas.Efisiensi anggaran, menurutnya, tetap harus dilakukan tanpa menghilangkan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Sejumlah agenda prioritas pun tetap diarahkan dalam kerangka pembangunan Berau 2025–2030. Program tersebut mencakup dukungan pendidikan, pelayanan dasar, penguatan ekonomi masyarakat, pembangunan infrastruktur, serta pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Penguatan ekonomi kampung juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Dari 100 kampung yang ada di Berau, sebanyak 22 kampung kini berstatus mandiri, 48 kampung berstatus maju, dan 30 kampung masuk kategori berkembang.

Sri menyebut saat ini tidak ada lagi kampung di Berau yang berstatus tertinggal.

“Yang kami harapkan dapat menyokong ekonomi kampung agar semakin sejahtera,” bebernya.

Di tengah keterbatasan fiskal, Sri menilai sektor dengan potensi ekonomi besar perlu mendapatkan perhatian lebih. Pariwisata menjadi salah satu sektor yang dianggap memiliki peluang untuk terus dikembangkan. Ia menjelaskan, Berau telah ditetapkan sebagai daerah pengembangan kawasan pariwisata dalam dokumen perencanaan nasional. Kebijakan tersebut juga sejalan dengan arah pembangunan Provinsi Kalimantan Timur yang mendorong Berau mengembangkan pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM.

Menurut Sri, pengembangan sektor tersebut perlu dilakukan secara terintegrasi. Pariwisata dapat dikaitkan dengan sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Dengan berbagai potensi yang dimiliki, pembangunan Berau ke depan tidak hanya diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Pemerintah juga ingin membuka lebih banyak peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sri menegaskan, seluruh agenda tersebut membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri tanpa keterlibatan DPRD, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan elemen lainnya.

Memasuki usia ke-73, ia berharap Kabupaten Berau terus berkembang menjadi daerah yang maju, unggul, berkelanjutan, makmur, dan sejahtera.

“Doakan kami agar bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh masyarakat sampai masa tugas kami berakhir,” pungkasnya.