Ada yang Nyinyir Soal Erau 2026, Bupati Aulia Tegaskan Dukung Penuh Kesultanan

Evaluasi pra pelaksanaan festival adat Erau 2026.(Sumber : Andri/Headlinekaltim)

DEADLINENEWS.CO, TENGGARONG – Erau 2026 akan tetap digelar secara penuh meski pemerintah daerah tengah melakukan efisiensi anggaran. Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menegaskan dukungan Pemkab Kukar terhadap pelaksanaan festival adat tersebut.

Dilansir dari Headlinekaltim.co , Aulia menyampaikan harapan agar pelaksanaan Erau 2026 yang dijadwalkan berlangsung lima hari lagi dapat berjalan lancar. Ia juga menyayangkan munculnya pihak-pihak yang menggiring opini negatif terkait pelaksanaan agenda adat tahunan tersebut.

“Ada yang nyinyir, Erau itu menghamburkan dana di tengah efisiensi anggaran yang sedang terjadi saat ini di daerah kita,” kata Aulia saat memberikan arahan menjelang pelaksanaan Erau, Selasa, 15 September 2026.

Menurut Aulia, Erau merupakan bagian dari adat dan tradisi leluhur masyarakat Kutai Kartanegara yang digelar setiap tahun. Karena itu, pemerintah daerah dinilai memiliki tanggung jawab untuk mendukung keberlangsungan adat istiadat dan kebudayaan Kutai.

Ia bahkan memastikan seluruh rangkaian Erau tetap dilaksanakan tanpa pemangkasan. Hal tersebut disampaikannya setelah sebelumnya ada komunikasi dari perwakilan Kesultanan Kutai Kartanegara terkait kemungkinan penyesuaian acara.

“Perwakilan Kesultanan pernah berkomunikasi dengan saya, apakah ada acara yang dipangkas atau tetap dilaksanakan secara penuh? Saya pastikan, laksanakan secara penuh,” tegasnya.

Selain persoalan anggaran, Aulia meminta panitia memperhatikan sejumlah kebutuhan teknis selama pelaksanaan Erau 2026. Salah satunya terkait pasokan listrik yang dikhawatirkan dapat mengganggu jalannya kegiatan.

Ia meminta panitia menyiapkan mesin genset sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kendala pada pasokan listrik. Ketersediaan air bersih juga menjadi perhatian karena Kukar masih menghadapi kondisi kemarau.

“Saya juga minta PDAM untuk mempersiapkan air bersih selama pelaksanaan Erau,” ucapnya.

Aulia menyebut pelaksanaan festival adat tahun ini juga direncanakan dihadiri pejabat dari Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Karena itu, ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan pemerintah kecamatan ikut bergotong royong agar pelaksanaan Erau berlangsung lebih meriah.

“Apabila ditemukan kendala di lapangan, silakan koordinasikan ke pihak panitia Erau, pasti akan ada solusinya,” jelasnya.

Di sisi lain, Aulia mengingatkan adanya potensi gangguan selama pelaksanaan kegiatan, terutama karena kondisi kemarau panjang yang masih berlangsung. Ia juga menyinggung kemungkinan adanya upaya sabotase dan berharap seluruh rangkaian Erau dapat berjalan tanpa kejadian yang tidak diinginkan.

“Erau itu milik masyarakat Kukar, bukan hanya Tenggarong. Seluruh masyarakat di 20 kecamatan sama-sama sukseskan Erau,” pungkasnya.

Sementara itu, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Adji Muhammad Arifin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam persiapan Erau tahun ini. Ia menekankan pentingnya mempertahankan festival tersebut sebagai bagian dari identitas budaya Kukar.

“Erau ciri khas Kukar yang harus dipertahankan,” pesan Sultan Adji Muhammad Arifin.