Anggota DPRD Kaltim Ini Sebut Jalan Penghubung Kukar-Mahulu Sudah Bagus

 Peninjauan Jalan Kukar–Mahulu oleh DPRD Kaltim, Oktober tahun lalu. (Sumber: DPRD Kaltim)

DEADLINENEWS.CO, TENGGARONG – Anggota DPRD Kaltim Dapil Kutai Kartanegara (Kukar) M. Husni Fahruddin meyebut kondisi jalan penghubung dari Kabupaten Kukar menuju Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) sudah bagus.

“Saya belum lama ini ke Mahulu, jalannya sudah cukup bagus,” terang Ayub, Senin 31 Agustus 2026) di Hotel Grand Elty Tenggarong.

Ayub mengatakan, karena berstatus jalan provinsi sehingga menjadi perhatian Pemprov Kaltim melalui Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud. Adapun jalan yang belum diperbaiki umumnya berstatus jalan nasional dan kabupaten.

Tak hanya jalan, tambah Ayub, beberapa jembatan juga telah dibangun Pemprov Kaltim guna membuka isolasi daerah agar lebih maju. “Ada puluhan jembatan yang sudah dibangun,” tegasnya.

Keberhasilan Gubernur Kaltim dalam pembangunan bukan hanya di bidang infrastruktur, melainkan juga peningkatan sumber daya manusia (SDM), di antaranya melalui penyaluran beasiswa Gratispol yang telah banyak dirasakan manfaatnya. “Sudah ratusan ribu mahasiswa yang terbantu dengan hadirnya program Gratispol di Kaltim,” terang Ayub.

Ayub menyadari, saat ini pemerintah tengah mengalami keterbatasan dana akibat efisiensi yang dilakukan pemerintah pusat. APBD Kaltim pun merosot tajam, dari sebelumnya Rp24 triliun menjadi sekitar Rp12 triliun pada tahun ini. “Tapi pembangunan tetap terus berjalan di kabupaten/kota se-Kaltim,” ucapnya.

Ayub menyarankan, apabila kabupaten/kota ingin mendapat porsi pembangunan yang lebih besar, hendaknya menjalin komunikasi secara rutin dengan Pemprov dan anggota DPRD Kaltim dari dapil masing-masing. Ia mencontohkan Bontang dan Kutai Timur yang rutin berkomunikasi terkait pembangunan di daerah masing-masing.

Menurutnya, komunikasi dan koordinasi yang intens berpotensi mendatangkan bantuan keuangan (bankeu) yang cukup besar. “Sepengetahuan saya, perwakilan Kukar masih minim melakukan komunikasi dan koordinasi terkait pembangunan,” jelasnya.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kukar, Sukoco, belum lama ini menyebutkan bahwa Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Pemprov Kaltim untuk Kukar sebesar Rp50 miliar dalam APBD Kaltim Tahun Anggaran 2026.

“Tahap pertama sudah terealisasi sebesar Rp12 miliar. Setelah LPJ tahap satu selesai, akan terealisasi lagi pencairan tahap dua,” ujarnya. (Andri)