Mulus Jadi Ketua Golkar Kukar Lagi, Hamas: “Saya Siap Maju di Pilkada”

Hamas terpilih kembali sebagai Ketua Golkar Kukar. (Sumber:Headlinekaltim)

DEADLINENEWS.CO, TENGGARONG – Hasanuddin Mas’ud atau Hamas kembali dipercaya memimpin Partai Golkar Kutai Kartanegara (Kukar) periode 2026–2031. Hamas ditetapkan sebagai Ketua Golkar Kukar dalam Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Kukar ke-XI yang berlangsung di Hotel Grand Elty Tenggarong, Senin (31/8/2026).

Dilansir dari HeadlineKaltim.co, Hamas melaju tanpa pesaing setelah menjadi satu-satunya bakal calon yang mendaftar dalam proses pemilihan Ketua Golkar Kukar. Penetapan tersebut dilakukan oleh pimpinan sidang, Arif Rahman Hakim, yang merupakan unsur perwakilan DPD Golkar Kaltim.

Usai kembali dipercaya memimpin Golkar Kukar, Hamas yang juga menjabat Ketua DPRD Kaltim mengatakan akan segera melakukan penguatan organisasi. Koordinasi dan komunikasi akan dibangun secara internal, termasuk dengan jajaran Golkar Kaltim.

Penguatan tersebut juga akan dilakukan hingga tingkat kecamatan dan desa. Langkah itu dinilai penting untuk memperkuat struktur partai sekaligus mempersiapkan Golkar menghadapi agenda politik mendatang.

“Kami tetapkan Hamas sebagai Ketua Golkar Kukar,” ucap Pimpinan Sidang, Arif Rahman Hakim.

Hamas menyebut Kukar memiliki sejarah kejayaan bagi Partai Golkar. Karena itu, ia ingin mengembalikan kekuatan partai tersebut pada Pemilu 2029. Momentum tersebut dinilai strategis karena beriringan dengan pelaksanaan pemilihan gubernur serta bupati dan wali kota.

Menurut Hamas, Golkar juga memiliki sejumlah tokoh yang dinilai mumpuni untuk bertarung dalam Pilkada. Ia pun tidak menutup kemungkinan untuk maju dalam kontestasi politik di Kukar.

Saat ditanya mengenai kesiapannya maju dalam Pilkada Kukar, Hamas menyatakan dirinya siap apabila memperoleh keputusan dari partai dan dukungan penuh masyarakat.

“Saya siap saja kalau didukung secara penuh,” jelas Hamas.

Sekretaris Golkar Kaltim M. Husni Fahruddin atau Ayub menegaskan bahwa Hamas harus bersedia maju dalam Pilkada apabila mendapat mandat partai. Menurutnya, setiap Ketua DPD Golkar di tingkat kabupaten dan kota memiliki kewajiban untuk ikut dalam kontestasi Pilkada.

“Jika tidak berani maju, partai akan memberikan sanksi kepada yang bersangkutan,” tegas Ayub.

Ayub optimistis Golkar memiliki peluang untuk kembali meraih kemenangan di Kukar. Ia menyebut partai tersebut memiliki sejarah kemenangan sekaligus basis loyalis yang masih kuat di daerah tersebut.

Untuk Pilkada mendatang, Ayub membuka peluang terbentuknya pasangan calon yang seluruhnya berasal dari kader Golkar maupun mengusung kader sebagai calon bupati dengan calon wakil bupati dari partai koalisi.