DEADLINENEWS.CO, TENGGARONG –Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), kini memiliki Lamin Adat 1001 Mandau yang berlokasi di Jalan Sumber Rejeki, Desa Jembayan. Kehadiran Lamin 1001 Mandau menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus menjaga warisan budaya adat kepada masyarakat.
Dilansir dari HeadlineKaltim.co, Lamin Adat 1001 Mandau diresmikan oleh Alif Turiadi selaku penggagas sekaligus pendiri. Peresmian tersebut dirangkai dengan pengenalan tiga benda pusaka berukuran besar, yakni Tri Sula, Kujang, dan Parang Tator.
Alif mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk memperkenalkan berbagai warisan budaya dan benda pusaka kepada masyarakat. Menurutnya, pengenalan tersebut penting agar keberadaan peninggalan budaya tetap diketahui dan dipahami oleh masyarakat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan perkenalan Lamin 1001 Mandau beserta tiga benda pusaka tersebut.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Alif mengapresiasi Pemkab Kukar melalui Bupati Aulia Rahman Basri yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan kebudayaan adat di wilayah tersebut.
Menurut Alif, upaya memperkenalkan kebudayaan kepada generasi muda membutuhkan konsistensi. Hal itu dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan warisan budaya leluhur di tengah perkembangan arus informasi yang semakin pesat.
Ia menilai sosialisasi mengenai kebudayaan saat ini masih perlu diperkuat. Karena itu, keberadaan Lamin 1001 Mandau diharapkan dapat menjadi salah satu ruang untuk mengenalkan budaya dan benda pusaka kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
“Yang meneruskan kebudayaan leluhur adalah generasi muda,” ujar Alif.
Dengan hadirnya Lamin 1001 Mandau, upaya pelestarian budaya adat di Loa Kulu diharapkan terus berkembang dan dapat melibatkan generasi penerus secara berkelanjutan. (Andri)













