DEADLINENEWS.CO, TENGGARONG – SMP Terbuka Loa Gagak terus mendapat pembinaan dari SMPN 1 Loa Kulu sebagai bagian dari upaya mendukung pemerataan pendidikan. Selama lima tahun terakhir, guru SMPN 1 Loa Kulu rutin menyeberang untuk mengajar siswa di sekolah yang berada di Dusun Loa Gagak tersebut.
Dilansir dari Headlinekaltim.co , Kepala SMPN 1 Loa Kulu Fadriansyah mengatakan dua guru ditugaskan setiap hari untuk mengajar di SMP Terbuka Loa Gagak. Sekolah tersebut berada di kawasan yang berbatasan dengan Loa Buah, Kota Samarinda.
“Tiap hari, dua orang guru dari sini yang mengajar di Loa Gagak,” kata Fadri, Selasa, 15 September 2026.
Tugas tersebut tidak mudah karena para guru harus menempuh perjalanan menggunakan kapal penyeberangan setiap pagi. Mereka berangkat melalui pelabuhan kecil Berhala, Loa Kulu, dengan ongkos Rp8.000 per orang untuk sekali perjalanan. Biaya yang sama kembali harus dikeluarkan saat pulang. Selain itu, guru juga harus memperhatikan waktu kepulangan karena pemilik kapal biasanya berhenti beroperasi setelah pukul 13.00 WITA.
“Kalau pulang melebihi jam 1 siang, pemilik kapal sudah istirahat, jadi harus menunggu sampai sore untuk bisa pulang ke rumah,” jelas Fadri.
Saat ini, sebanyak 32 siswa SMP Terbuka Loa Gagak menempati ruang belajar di SDN 029 Loa Kulu. Para siswa mulai menggunakan lokasi tersebut sejak Juli 2026, setelah sebelumnya hampir lima tahun mengikuti kegiatan belajar di sebuah balai terbuka di Dusun Loa Gagak.
Perpindahan tempat belajar dilakukan karena kondisi lokasi sebelumnya dinilai kurang mendukung kegiatan belajar mengajar.
“Belajar di tempat yang lama sudah tidak kondusif karena ruangan terbuka sehingga siswa kurang konsentrasi belajar,” jelasnya.
Fadri menjelaskan, sebenarnya terdapat sekolah negeri yang lokasinya lebih dekat dengan Loa Gagak, yakni SMPN 28 Loa Buah di Samarinda. Namun, siswa dari Loa Gagak tidak lagi diperbolehkan bersekolah di sana karena persoalan zonasi.
Hal itu berkaitan dengan domisili para siswa yang masuk wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), sementara SMPN 28 Loa Buah berada di wilayah administrasi Kota Samarinda. Menurut Fadri, jumlah peserta didik di SMP Terbuka Loa Gagak berpeluang meningkat apabila akses jalan yang menghubungkan Tanjung Laong dengan Loa Gagak telah selesai dibangun.
Berharap Berstatus SMP Negeri
Lima tahun mendampingi SMP Terbuka Loa Gagak memberikan kepuasan tersendiri bagi Fadri. Ia melihat para siswa memiliki semangat belajar dan rajin mengikuti pendidikan meski menghadapi keterbatasan akses.
Bahkan, sejumlah lulusan SMP Terbuka Loa Gagak disebut telah melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi di Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda. Fadri berharap sekolah tersebut ke depan dapat mengalami peningkatan status menjadi SMP Negeri. Ia juga menilai para siswa memiliki karakter dan sikap yang baik terhadap tenaga pendidik.
“Siswanya juga punya karakter, sopan santun terhadap gurunya sangat diperhatikan,” ungkapnya. (Andri)













